<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KHITBAHKU</title>
	<atom:link href="http://khitbahku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khitbahku.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Mar 2009 00:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khitbahku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KHITBAHKU</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khitbahku.wordpress.com/osd.xml" title="KHITBAHKU" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khitbahku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hukum Islam Tentang Nikah Siri</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 00:36:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri, kini telah dituangkan dalam rancangan undang-undang tentang perkawinan. Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar, Direktur Bimas Islam Depag, RUU ini akan memperketat pernikahan siri, kawin kontrak, dan poligami. Berkenaan dengan nikah siri, dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg, pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal, sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=88&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><img class="alignnone size-full wp-image-89" title="nikah-siri1" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2009/03/nikah-siri1.jpg?w=201&#038;h=132" alt="nikah-siri1" width="201" height="132" />Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri, kini telah dituangkan dalam rancangan undang-undang tentang perkawinan.  Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar, Direktur Bimas Islam Depag, RUU ini akan memperketat pernikahan siri, kawin kontrak, dan poligami.  <span id="more-88"></span>Berkenaan dengan nikah siri, dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg, pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal, sehingga pelakunya akan dipidanakan dengan sanksi penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. Tidak hanya itu saja, sanksi juga berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri, poligami, maupun nikah kontrak. Setiap penghulu yang menikahkan seseorang yang bermasalah, misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya, akan dikenai sanksi pidana 1 tahun penjara. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 juta dan 1 tahun penjara. [Surya Online, Sabtu, 28 Februari, 1009]  Sebagian orang juga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri, maka suami isteri tersebut tidak memiliki hubungan pewarisan. Artinya, jika suami meninggal dunia, maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untuk mewarisi harta suaminya. Ketentuan ini juga berlaku jika isteri yang meninggal dunia.  Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap nikah siri? Bolehkah orang yang melakukan nikah siri dipidanakan? Benarkah orang yang melakukan pernikahan siri tidak memiliki hubungan pewarisan?  Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri  Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan; Pertama; pernikahan tanpa wali. Pernikahan semacam ini dilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju; atau karena menganggap absah pernikahan tanpa wali; atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat; kedua, pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena faktor biaya, alias tidak mampu membayar administrasi pencatatan; ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawai negeri nikah lebih dari satu; dan lain sebagainya. Ketiga, pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangan tertentu; misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri; atau karena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.  Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.  Hukum Pernikahan Tanpa Wali  Adapun mengenai fakta pertama, yakni pernikahan tanpa wali; sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikah tanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra; bahwasanya Rasulullah saw bersabda;  لا نكاح إلا بولي  “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.” [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2648].  Berdasarkan dalalah al-iqtidla’, kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’, bukan sekedar ’tidak sempurna’ sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:  أيما امرأة نكحت بغير إذن وليها فنكاحها باطل, فنكاحها باطل , فنكاحها باطل  “Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”. [HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649].  Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:  لا تزوج المرأة المرأة لا تزوج نفسها فإن الزانية هي التي تزوج نفسها  ”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Sebab, sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”. (HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649)  Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Pelakunya telah melakukan maksiyat kepada Allah swt, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saja, syariat belum menetapkan bentuk dan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu, kasus pernikahan tanpa wali dimasukkan ke dalam bab ta’zir, dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorang qadliy (hakim). Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahan tanpa wali.  Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil  Adapun fakta pernikahan siri kedua, yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda; yakni (1) hukum pernikahannya; dan (2) hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara  Dari aspek pernikahannya, nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat, dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindak kemaksiyatan, sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Pasalnya, suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhi sanksi di dunia dan di akherat, ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”. Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram, atau meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat.  Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah, mubah, dan makruh, maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan; sehingga berhak mendapatkan sanksi di dunia maupun di akherat. Untuk itu, seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatan sunnah, dan mubah; atau mengerjakan perbuatan mubah atau makruh.  Seseorang baru berhak dijatuhi sanksi hukum di dunia ketika orang tersebut; pertama, meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan sholat, jihad, dan lain sebagainya; kedua, mengerjakan tindak haram, seperti minum khamer dan mencaci Rasul saw, dan lain sebagainya; ketiga, melanggar aturan-aturan administrasi negara, seperti melanggar peraturan lalu lintas, perijinan mendirikan bangunan, dan aturan-aturan lain yang telah ditetapkan oleh negara.  Berdasarkan keterangan dapat disimpulkan; pernikahan yang tidak dicatatkan di lembaga pencatatan negara tidak boleh dianggap sebagai tindakan kriminal sehingga pelakunya berhak mendapatkan dosa dan sanksi di dunia. Pasalnya, pernikahan yang ia lakukan telah memenuhi rukun-rukun pernikahan yang digariskan oleh Allah swt. Adapun rukun-rukun pernikahan adalah sebagai berikut; (1) wali, (2) dua orang saksi, dan (3) ijab qabul. Jika tiga hal ini telah dipenuhi, maka pernikahan seseorang dianggap sah secara syariat walaupun tidak dicatatkan dalam pencatatan sipil.  Adapun berkaitan hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara, maka kasus ini dapat dirinci sebagai berikut.  Pertama, pada dasarnya, fungsi pencatatan pernikahan pada lembaga pencatatan sipil adalah agar seseorang memiliki alat bukti (bayyinah) untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar telah melakukan pernikahan dengan orang lain. Sebab, salah bukti yang dianggap absah sebagai bukti syar’iy (bayyinah syar’iyyah) adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara. Ketika pernikahan dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil, tentunya seseorang telah memiliki sebuah dokumen resmi yang bisa ia dijadikan sebagai alat bukti (bayyinah) di hadapan majelis peradilan, ketika ada sengketa yang berkaitan dengan pernikahan, maupun sengketa yang lahir akibat pernikahan, seperti waris, hak asuh anak, perceraian, nafkah, dan lain sebagainya. Hanya saja, dokumen resmi yang dikeluarkan oleh negara, bukanlah satu-satunya alat bukti syar’iy. Kesaksian dari saksi-saksi pernikahan atau orang-orang yang menyaksikan pernikahan, juga absah dan harus diakui oleh negara sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menetapkan bahwa satu-satunya alat bukti untuk membuktikan keabsahan pernikahan seseorang adalah dokumen tertulis. Pasalnya, syariat telah menetapkan keabsahan alat bukti lain selain dokumen tertulis, seperti kesaksian saksi, sumpah, pengakuan (iqrar), dan lain sebagainya. Berdasarkan penjelasan ini dapatlah disimpulkan bahwa, orang yang menikah siri tetap memiliki hubungan pewarisan yang sah, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan. Selain itu, kesaksian dari saksi-saksi yang menghadiri pernikahan siri tersebut sah dan harus diakui sebagai alat bukti syar’iy. Negara tidak boleh menolak kesaksian mereka hanya karena pernikahan tersebut tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan sipil; atau tidak mengakui hubungan pewarisan, nasab, dan hubungan-hubungan lain yang lahir dari pernikahan siri tersebut.  Kedua, pada era keemasan Islam, di mana sistem pencatatan telah berkembang dengan pesat dan maju, tidak pernah kita jumpai satupun pemerintahan Islam yang mempidanakan orang-orang yang melakukan pernikahan yang tidak dicatatkan pada lembaga pencatatan resmi negara. Lebih dari itu, kebanyakan masyarakat pada saat itu, melakukan pernikahan tanpa dicatat di lembaga pencatatan sipil. Tidak bisa dinyatakan bahwa pada saat itu lembaga pencatatan belum berkembang, dan keadaan masyarakat saat itu belumnya sekompleks keadaan masyarakat sekarang. Pasalnya, para penguasa dan ulama-ulama kaum Muslim saat itu memahami bahwa hukum asal pencatatan pernikahan bukanlah wajib, akan tetapi mubah. Mereka juga memahami bahwa pembuktian syar’iy bukan hanya dokumen tertulis.  Nabi saw sendiri melakukan pernikahan, namun kita tidak pernah menemukan riwayat bahwa melakukan pencatatan atas pernikahan beliau, atau beliau mewajibkan para shahabat untuk mencatatkan pernikahan mereka; walaupun perintah untuk menulis (mencatat) beberapa muamalah telah disebutkan di dalam al-Quran, misalnya firman Allah swt;  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَى وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَى أَجَلِهِ ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَى أَلَّا تَرْتَابُوا إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ  ”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.[TQS AL Baqarah (2):  Ketiga, dalam khazanah peradilan Islam, memang benar, negara berhak menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada orang yang melakukan tindakan mukhalafat. Pasalnya, negara (dalam hal ini seorang Khalifah dan orang yang diangkatnya) mempunyai hak untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengatur urusan-urusan rakyat yang belum ditetapkan ketentuan dan tata cara pengaturannya oleh syariat; seperti urusan lalu lintas, pembangunan rumah, eksplorasi, dan lain sebagainya. Khalifah memiliki hak dan berwenang mengatur urusan-urusan semacam ini berdasarkan ijtihadnya. Aturan yang ditetapkan oleh khalifah atau qadliy dalam perkara-perkara semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Siapa saja yang melanggar ketetapan khalifah dalam urusan-urusan tersebut, maka ia telah terjatuh dalam tindakan mukhalafat dan berhak mendapatkan sanksi mukhalafat. Misalnya, seorang khalifah berhak menetapkan jarak halaman rumah dan jalan-jalan umum, dan melarang masyarakat untuk membangun atau menanam di sampingnya pada jarak sekian meter. Jika seseorang melanggar ketentuan tersebut, khalifah boleh memberi sanksi kepadanya dengan denda, cambuk, penjara, dan lain sebagainya.  Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan takaran, timbangan, serta ukuran-ukuran khusus untuk pengaturan urusan jual beli dan perdagangan. Ia berhak untuk menjatuhkan sanksi bagi orang yang melanggar perintahnya dalam hal tersebut. Khalifah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan aturan-aturan tertentu untuk kafe-kafe, hotel-hotel, tempat penyewaan permainan, dan tempat-tempat umum lainnya; dan ia berhak memberi sanksi bagi orang yang melanggar aturan-aturan tersebut.  Demikian juga dalam hal pengaturan urusan pernikahan. Khalifah boleh saja menetapkan aturan-aturan administrasi tertentu untuk mengatur urusan pernikahan; misalnya, aturan yang mengharuskan orang-orang yang menikah untuk mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan resmi negara, dan lain sebagainya. Aturan semacam ini wajib ditaati dan dilaksanakan oleh rakyat. Untuk itu, negara berhak memberikan sanksi bagi orang yang tidak mencatatkan pernikahannya ke lembaga pencatatan negara. Pasalnya, orang yang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan negara -- padahal negara telah menetapkan aturan tersebut—telah terjatuh pada tindakan mukhalafat. Bentuk dan kadar sanksi mukhalafat diserahkan sepenuhnya kepada khalifah dan orang yang diberinya kewenangan.  Yang menjadi catatan di sini adalah, pihak yang secara syar’iy absah menjatuhkan sanksi mukhalafat hanyalah seorang khalifah yang dibai’at oleh kaum Muslim, dan orang yang ditunjuk oleh khalifah. Selain khalifah, atau orang-orang yang ditunjuknya, tidak memiliki hak dan kewenangan untuk menjatuhkan sanksi mukhalafat. Atas dasar itu, kepala negara yang tidak memiliki aqad bai’at dengan rakyat, maka kepala negara semacam ini tidak absah menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada rakyatnya. Sebab, seseorang baru berhak ditaati dan dianggap sebagai kepala negara jika rakyat telah membai’atnya dengan bai’at in’iqad dan taat. Adapun orang yang menjadi kepala negara tanpa melalui proses bai’at dari rakyat (in’iqad dan taat), maka ia bukanlah penguasa yang sah, dan rakyat tidak memiliki kewajiban untuk mentaati dan mendengarkan perintahnya. Lebih-lebih lagi jika para penguasa itu adalah para penguasa yang menerapkan sistem kufur alas demokrasi dan sekulerisme, maka rakyat justru tidak diperkenankan memberikan ketaatan kepada mereka.  Keempat, jika pernikahan siri dilakukan karena faktor biaya; maka pada kasus semacam ini negara tidak boleh mempidanakan dan menjatuhkan sanksi mukhalafat kepada pelakunya. Pasalnya, orang tersebut tidak mencatatkan pernikahannya dikarenakan ketidakmampuannya; sedangkan syariat tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Oleh karena itu, Negara tidak boleh mempidanakan orang tersebut, bahkan wajib memberikan pelayanan pencatatan gratis kepada orang-orang yang tidak mampu mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan Negara.  Kelima, pada dasarnya, Nabi saw telah mendorong umatnya untuk menyebarluaskan pernikahan dengan menyelenggarakan walimatul ‘ursy. Anjuran untuk melakukan walimah, walaupun tidak sampai berhukum wajib akan tetapi nabi sangat menganjurkan (sunnah muakkadah). Nabi saw bersabda;  حَدَّثَنَا أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ  “Adakah walimah walaupun dengan seekor kambing”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]  Banyak hal-hal positif yang dapat diraih seseorang dari penyiaran pernikahan; di antaranya adalah ; (1) untuk mencegah munculnya fitnah di tengah-tengah masyarakat; (2) memudahkan masyarakat untuk memberikan kesaksiannya, jika kelak ada persoalan-persoalan yang menyangkut kedua mempelai; (3) memudahkan untuk mengidentifikasi apakah seseorang sudah menikah atau belum.  Hal semacam ini tentunya berbeda dengan pernikahan yang tidak disiarkan, atau dirahasiakan (siri). Selain akan menyebabkan munculnya fitnah; misalnya jika perempuan yang dinikahi siri hamil, maka akan muncul dugaan-dugaan negatif dari masyarakat terhadap perempuan tersebut; pernikahan siri juga akan menyulitkan pelakunya ketika dimintai persaksian mengenai pernikahannya. Jika ia tidak memiliki dokumen resmi, maka dalam semua kasus yang membutuhkan persaksian, ia harus menghadirkan saksi-saksi pernikahan sirinya; dan hal ini tentunya akan sangat menyulitkan dirinya. Atas dasar itu, anjuran untuk mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negara menjadi relevan, demi mewujudkan kemudahan-kemudahan bagi suami isteri dan masyarakat serta untuk mencegah adanya fitnah.  Bahaya Terselubung Surat Nikah  Walaupun pencatatan pernikahan bisa memberikan implikasi-implikasi positif bagi masyarakat, hanya saja keberadaan surat nikah acapkali juga membuka ruang bagi munculnya praktek-praktek menyimpang di tengah masyarakat. Lebih-lebih lagi, pengetahuan masyarakat tentang aturan-aturan Islam dalam hal pernikahan, talak, dan hukum-hukum ijtimaa’iy sangatlah rendah, bahwa mayoritas tidak mengetahui sama sekali. Diantara praktek-praktek menyimpang dengan mengatasnamakan surat nikah adalah;  Pertama, ada seorang suami mentalak isterinya sebanyak tiga kali, namun tidak melaporkan kasus perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga keduanya masih memegang surat nikah. Ketika terjadi sengketa waris atau anak, atau sengketa-sengketa lain, salah satu pihak mengklaim masih memiliki ikatan pernikahan yang sah, dengan menyodorkan bukti surat nikah. Padahal, keduanya secara syar’iy benar-benar sudah tidak lagi menjadi suami isteri.  Kedua, surat nikah kadang-kadang dijadikan alat untuk melegalkan perzinaan atau hubungan tidak syar’iy antara suami isteri yang sudah bercerai. Kasus ini terjadi ketika suami isteri telah bercerai, namun tidak melaporkan perceraiannya kepada pengadilan agama, sehingga masih memegang surat nikah. Ketika suami isteri itu merajut kembali hubungan suami isteri –padahal mereka sudah bercerai–, maka mereka akan terus merasa aman dengan perbuatan keji mereka dengan berlindung kepada surat nikah. Sewaktu-waktu jika ia tertangkap tangan sedang melakukan perbuatan keji, keduanya bisa berdalih bahwa mereka masih memiliki hubungan suami isteri dengan menunjukkan surat nikah.  Inilah beberapa bahaya terselubung di balik surat nikah. Oleh karena itu, penguasa tidak cukup menghimbau masyarakat untuk mencatatkan pernikahannya pada lembaga pencatatan sipil negara, akan tetapi juga berkewajiban mendidik masyarakat dengan hukum syariat –agar masyarakat semakin memahami hukum syariat–, dan mengawasi dengan ketat penggunaan dan peredaran surat nikah di tengah-tengah masyarakat, agar surat nikah tidak justru disalahgunakan.  Selain itu, penguasa juga harus memecahkan persoalan perceraian yang tidak dilaporkan di pengadilan agama, agar status hubungan suami isteri yang telah bercerai menjadi jelas. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Syamsuddin Ramadhan An Nawiy).</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=88&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2009/03/nikah-siri1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nikah-siri1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Wahai Para Suami</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2009/01/22/untukmu-wahai-para-suami/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2009/01/22/untukmu-wahai-para-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 03:51:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Untukmu WAHAI PARA SUAMI….. Kalaulah selama ini kehidupan rumah tangga dinamakan dengan sebuah bahtera, itu mungkin ada benarnya, karena dalam sebuah keluarga tidak akan ada yg selamat dari adanya riak-riak kecil gelombang lautan yang dihembuskan angina sepoi-sepoi sampai adanya badai yang dahsyat….. Bersatunya dua insan yang punya karakteristik, latar belakang,pendidikan, mental, dan lainnya yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=83&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="font-size:medium;"><em><strong>Untukmu WAHAI PARA SUAMI…..</strong></em></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Kalaulah selama ini kehidupan rumah tangga dinamakan dengan sebuah bahtera, itu mungkin ada benarnya, karena dalam sebuah keluarga tidak akan ada yg selamat dari adanya riak-riak kecil gelombang lautan yang dihembuskan angina sepoi-sepoi sampai adanya badai yang dahsyat…..</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Bersatunya dua insan yang punya karakteristik, latar belakang,pendidikan, mental, dan lainnya yang mungkin serba berbeda akan banyak akan banyak menimbulkan gesekan. Dari sinilah sebuah pertengkaran kecil, perseruan unik dalam keluarga, sudah dianggap sebagai bumbu pelengkap kelezatan hidup dalam kebersamaan.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Namun, kalaulah hal itu tidak diatasi dan disikapi dengan bagus dan arif, maka pertengkaran kecil akan menjadi perang dunia ke tiga yang bias menjadikan perceraian dini….<span id="more-83"></span></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Sangat miris hati ini saat mendengar bahwa kaum ibu-ibu banyak yang memakan daging suaminya sendiri. Banyak Suasana obrolan yang seharusnya bisa diisi dengan hal bermmanfaat, mendiskusikan masalah umat atau saling menasehati akan tetapi lebih suka menceritkan kelemahan suami-suami masing-masing.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Melihat fenomena ini saya bingung untuk mencoba memberi masukan, apa mulai dari istri atau mulai dari suami….??????? Karena saya yakin masalah ini tidak bisa dibebankan pada salah satu saja, namun saya akan mencoba untuk mengawali kepada para suami….</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><em>Untukmu WAHAI para Suamiiiiiiiiiiiii……</em></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Ada beberapa tahapan atau trik yang mungkin bias dijadikan sandaran atau masukan untuk merubah pikiran para suami….</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="text-decoration:underline;">Pahamilah 	Karakter Istrimu</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><em><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="color:#ff0000;">Dari Abu Hurairah bersabda : “ Berwasiatlah kalian yang baik kepada kaum wanita, karena mereka tercipta d.i tulang rusuk yang paling bengkok adalah paling atas, maka kalaulah engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya, namun jika engkau membiarkannya maka dia akan selamanya bengkok, oleh karena itu berwasiatlah yang baik kepada wanita”</span> (HR.Bukhari 5168, Muslim 1468).</span></em></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Dari Hadist ini sangatlah jelas mengambarkan bahwasanya seorang istri tidaklah bisa di keras maupun dibiarkan saja, karena Rasululloh pun menandaskan bahwa kalau engkau biarkan maka dia akan selamanaya bengkok. Dari Samurah bin Jundub : <span style="color:#ff0000;"><em>“Rasulullah bersabda: ‘Sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk, maka jika engkau meluruskannya niscaya engkau akan mematahkannya. Oleh karena itu, ambilah sikap mudarah, niscaya engkau akan bisa hidup dengannya”. </em></span>Sikap Mudarah kepada wanita adalah sikap berbasa-basi dan lunak, yaitu  dengan memaafkan dan bersabar terhadap wanita.</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="text-decoration:underline;">Bukankah 	Seorang Muslim itu Lembut Tutur Kata dan Sikapnya.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Bertuturlah yang lembut kepada Istrimu. Bukannya kaum laki-laki senang dengan kelmbutan kata dan ucapan, apalagi wanita yang memang diciptakan dengan kelembutannya. <span style="color:#ff0000;"><em>Dari Abu Hurairah berkata: “Rasululloh bersabda: ‘ Janganlah seorang laki-laki mu’min mencela seorang wanita mu’minah, karena jika dia tidak suka salah satu perangainya maka dia akan ridha dengan perangainya yang lain”</em></span></span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="text-decoration:underline;">Apakah 	Istrimu Lebih Baik dari Ummahatul Mu’minin?</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Saya sangat heran kepada sebagian Ikhwan yang tatkala sebelum menikah dia membayangkan bahwa kalaulah nantinya dia sudah menikah dengan seorang akhwat yang akan belajar agama, maka hidupnya hanya berisi ketentraman dan keindahan tanpa adanya pertengkaran, keributan dan lainnya.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Ada yang sering mereka katakana: Bukankah para akhwat itu tahu bahwa seorang istri yang shalihah adalah kalaulah dilihat oleh suaminya menyenangkannya, kalaulah diperintah oleh suami maka akan menjaga diri dan hartanya. Untuk Ikhwan yang seperti ini saya mengatakan : Apakah istri anda lebih bagus daripada para wanita sahabat bahkan lebih bagus daripada para Ummahatul Mu’minin?.Apakah kehidupan Nabi tidak pernah bertengkar dengan istrinya?&#8230;.</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Maka anda jangan berharap yang tinggi terhadap para Istri, bukankah Istri juga manusia yang terdapat Kelemahan dan ketidak sempurnaan?</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="text-decoration:underline;">Belum 	Tentu itu Kewajiban Mereka</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Memasak, menyapu rumah, mencuci piring, mencuci ompol anak sudah menjadi hal yang biasa dilakukan para istri, seringkali suami beranggapan itu adalah tugasmu dan tangunggjawab para istri, maka selama suami berada dirumah sepulang kerja atau hari libur seakan-akan itu waktu yang total istirahat dan tidak bisa diganggu?. Ingat seorang Istri bukanlah Pembantu yang dibayar dengan Mahar, akan tetapi Istri adalah Sosok yang membantu para suami untuk masuk surga, dan memudahkan suami untuk menyelesaikan persolan hati. <em><span style="color:#008000;">Aisyah menceritakan kepada kita apa yang Rasul lakukan, Ibrahim bin Aswad Bertanya kepada Aisyah: “Apakah yang dikerjakan Rasulullah saat bersama keluarganya?Aisyah menjawab:”Beliau mengerjakan pekerjaan keluarganya, lalu apabila tiba waktu shalat beliau keluar rumah untuk shalat”</span></em>(HR.Bukhori 6039).</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><span style="text-decoration:underline;">Hargai 	dan Jangan Cari-cari Kesalahan.</span></span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Terkadang banyak masalah kecil yang bisa memicu permasalahan suami istri. Makanan misalnya, mungkin seorang istri sudh bersusah payah sambil momong anak, namun tatkala suami dating dan mencicipi makanan, lalu dengan enteng dia mengatakan:”Masakannya gak enak, masa masak sayur rasanya begini&#8230;..” Mengapakah kita tidak berusaha meniru jejak Rasululloh ? </span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;"><em><span style="color:#008000;">Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Rasululloh meminta lauk kepada keluarganya, namun mereka mengatakan:”Kita tidak punya apa-apa kecuali cuka.”.Maka Rasululloh pun tetap memintanya dan beliau makan dengannya, seraya berkata:”Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.”(HR.Muslim 2052).</span></em>Benarkah Bahwa cuka adalah sebaik-baik lauk? Tentu semua orang mengatakan tidak, karena daging, ayam lebih baik, namun mengapa Rasululloh mengatakan demikian?. Hal ini tidak lain untuk menyenangkan, menghargai dan tidak melukai hati para Istri. Bukankah beliau itu yang mengajarkan untuk tidak mencela makanan?.<em><span style="color:#008000;">Dari Abu Hurairah berkata:”Rasululloh sama sekali tidak pernah mencela makanan,  jika beliau senang maka beliau makan, namun jika tidak maka beliau tingalkan.”</span></em>(HR.Bukhori 5409).</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Dari sepucuk tulisan yang sengaja saya tulis, Tiada kata yang paling pantas untuk kujadikan penutup kecuali sabda Rasululloh :<em><span style="color:#008000;"> “Orang Mu’min yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaqnya, dan orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya”.</span></em>(HR.Ahmad 2/472). Semoga Bisa dijadikan Agenda terhadap Rumah Tangga Anda……</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;text-indent:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Salam Ukuwah,</span></p>
<p style="margin-left:.64cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Tempus Sans ITC,fantasy;">Inez Wardah</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=83&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2009/01/22/untukmu-wahai-para-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tips-Tips Memilih Jodoh</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/tips-tips-memilih-jodoh/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/tips-tips-memilih-jodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 07:43:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[20 Petunjuk Mencari Istri leh : Dr. M. Thalib —–INTRO—–Istri yang shalih adalah perhiasan terindah bagi suaminya. Peran istridalam kehidupan suami sangatlah besar. Istri yang shalih dapat membinarumah tangga sakinah dan penuh berkah. Istri seperti inilah yangmenjadidambaan setiap lelaki muslim.Seperti apa istri yang shalih? Apa saja ciri-cirinya? Bagaimanamengetahuinya?Artikel-artikel terurai menjawab semua pertanyaan tersebut berdasarkanAl-Qur’an dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=77&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><strong>20 Petunjuk Mencari Istri</strong></span></span></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;"><strong>leh : Dr. M. Thalib</strong></span></span></span></p>
<h1></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"><span style="color:#000000;">—–INTRO—–Istri yang shalih adalah perhiasan terindah bagi suaminya. Peran istridalam kehidupan suami sangatlah besar. Istri yang shalih dapat membinarumah tangga sakinah dan penuh berkah. Istri seperti inilah yangmenjadidambaan setiap lelaki muslim.</span>Seperti apa istri yang shalih? Apa saja ciri-cirinya? Bagaimanamengetahuinya?Artikel-artikel terurai menjawab semua pertanyaan tersebut berdasarkanAl-Qur’an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW yang shahih. Insya Allahdenganmemahaminya lelaki muslim dapat memilih istri yang shalih. Bagi wanitamuslim, bisa menjadikan artikel artikel terurai sebagai pedoman untukmenjadi istri shalih.**<span id="more-77"></span>*01. Taat BeragamaRasulullah SAW bersabda :“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya,</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> karenaketurunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. <!--more-->Akantetapi,pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.” (H.R.Bukhari danMuslim) penjelasan:Hadits tersebut memberikan gambaran mengenai kriteria-kriteria yangmenjadibahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih seorangperempuan sebagaiistrinya. Kriteria-kriteria tersebut adalahkecantikan, keturunan,kekayaan, dan agamanya. Orang yang mengutamakankriteria agama, dijaminoleh Allah SWT akan memperoleh kebahagiaandalam berkeluarga.Agama atau diin ialah keyakinan yang disertai peribadatam sesuaidenganketentuan syari’at Islam. Bila keyakinan dan peribadatan yangdilakukanseseorang menyimpang dari ketentuan syari’at Islam, orangyang melakukannyatelah sesat. Untuk mengetahui ketaatan seseorangberagama, kita harusberpedoman pada ketentuan Al-Qur’an dan SunnahRasulullah SAW.Dalam memilih seorang perempuan untuk dijadikan istri, pertamakalihendaklah kita menilai ketaatannya dalam beragama seperti yangdisabdakanoleh Rasulullah SAW dalam Hadits di atas.Tanda utama seseorang dikatakan taat beragama yaitu bila iadapatmenjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islamdengan benar.Orang yang beriman kepada Allah hanya meyakini ketentuan-Nya. Ia tidakakanmempercayai ramalan ahli nujum dan peramal misalnya, sebab orangyangmempercayai ramalannya berarti tidak sepenuhnya beriman kepadaAllah SWT.Perbuatan seperti itu disebut SYIRIK karena berlawanan dengan</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> keyakinanbahwa hanya Allah SWT yang tahu segala yang ghaib. Orang yangberbuatsyirik telah sesat.Tanda lain seseorang dikatakan taat beragama adalah bila iamenjalankanibadah yang diperintahkan oleh Islam dengan tekun danbenar. Ibdah pokokdalam Islam dan tidak dapat ditinggalkan adalahshalat. Siapa pun yangtelah memeluk Islam harus melaksanakannya.Rasulullah SAW telah menyatakanbahwa shalat adalah hal yang pokokdalam Islam. Hal ini disebutkan dalam Hadits berikut:Dari Abu Hurairah Ra, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: “Perbuatanmanusiayang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalahshalatnya. Bilashalatnya baik, dia akan beruntung dan selamat. Akantetapi, bila shalatnyatidak benar, dia akan gagal dan merugi. Jika adayang kurang sedikit darikewajiban yang dilakukannya, kelak Tuhu yangMaha Gagah dan Maha Mulia akanberfirman: ‘(Wahai Malaikat),perhatikanlah apa hamba-Ku ini melakukanshalat sunnah sehingga dapatmenyempurnakan kekurangannya dalam melakukanshalat wajib, kemudian</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> semua amalnya akan dihisab dengan cara sepertiini.’”(H.R. Tirmidzi,Hadits hasan)Maksud Hadits ini ialah seseorang dinilai taat beragama bila iamenunaikankewajiban shalat dengan benar. Seseorang yang mengaku muslimtetapiterkadang menjalankan shalat, terkadang tidak, berarti tidaktaat beragama.Bila ia melakukan shalat tetapi tidak mengikuti tuntunanRasulullah SAW,shalatnya tidak benar. Orang semacam ini termasuk orangyang tidak taatberagama.Seorang laki-laki yang hendak menilai ketaatan calon istrinya,</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> haruslahlebih dulu mengerti ajaran Islam tentang keyakinan danperibadatan secarabenar sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> Sunnah Rasulullah SAW. Biladia sendiri tidak tahu hal-hal yang menjadiketetapan dan hal-hal yangbukan menjadi ketetapan Islam, tentu diatidak akan bisa memilih calonistri yang taat beragama dengan benarmenurut ketentuan syari’at Islam.Kita tidak seharusnya mudah terpesona dengan penampilan seorangperempuan.Perempuan berjilbab, misalnya, dalam pergaulan sehari-hariia ternyatabercampur dengan laki-laki bukan mahram tanpa mengindahkanbatas normapergaulan yang digariskan oleh Islam. Kita bisa</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> menyimpulkan bahwa wanitasemacam ini jelas tidak taat beragama.Kita tidak semestinya menilai perempuan berdasarkan atas ukuran dannormayang berlaku dalam masyarakat, karena norma yang berlaku ditengahmasyarakat sering bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karenaitu, kitaharus benar-benar menggunakan kriteria yang digariskan olehAl-Qur’an danSunnah Rasulullah SAW sejak awal memilih calon istri.Bila langkah awal telah ditempuh dengan benar, kelak rumah tangga kitaakandapat berjalan dengan serasi, harmonis, dan dan penuh kemesraan,karenamasing-masing mendasarkan langkah dan niatnya hanya karenaAllah. Segalabentuk kesulitan dan goncangan dalam mengayuh bahterarumah tangga akandihadapi dengan penuh ketenangan dan pikiran jernih,karena kedua belahpihak selalu pasrah dan berlindung pada kehendak dankekuasaan-Nya. Sikapsemacam ini akan sangat membantu suamu istri dalammembina rumah tanggasesuai dengan keridlaan Allah SWT.Sebaliknya, istri tidak taat beragama, yaitu istri yang mengabaikanajaranagama, akan menyebabkan suami sulit membimbingnya dan sulitmenciptakansuasana rumah tangga yang islami. Bila suami dan istritentram dan tenang.Selain memberi dampak buruk bagi suami, istri yang tidak taat beragamaakanmemberi dampak buruk pada pendidikan anak kelak. Ia tidak akanmendoronganaknya untuk taat shalat dan rajin mengaji, tidakmembiasakan salam ketikakeluar masuk rumah, tidak tahu membedakannajis dan suci, dan lain-lain.Anak-anak yang tidak mengenal aturanagama semacam ini kelak setelah besarmungkin sekali mudah terpengaruholeh pergaulan yang buruk sehingga menjadiorang yang rusak akhlaqnyadan mengabaikan agama. Oleh karena itu, besarsekali bahaya istri yangtidak taat beragama untuk menjadi ibu bagianak-anak kita.Agar kita dapat membentuk rumah tangga yang diridlai oleh Allahanmemperoleh kebahagiaan sepanjang hayat sebelum mengambil seorangperempuanmenjadi istri kita perlu mengetahui ketaatannya dalamberagama. Adabeberapa cara yang bisa dilakukan, antara lain:1. Mengamati caranya berpakaian, berias dan bergaul apakah sesuaidenganketentuan Islam atau tidak. Misalnya, mengamati apakah iamemakai muslimahatau tidak, bersolek atau tidak, berkhalwat (berduaan)dengan laki-lakibukan mahram atau tidak.2. Menanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya,seperti kerabatdekat, tetangga dekat, atau teman-teman dekat tentangketaatannyamenjalankan shalat 5 waktu, ketaatannya menjalankan puasaRamadhan,sikapnya kepada tetangga atau para kerabatnya, sikapnyakepada orang yanglebih tua, dan lain-lain.3. Datang sendirikepada keluarga perempuan untuk melakukanpenelitian danpengamatan secara langsung. Dalam pertemuan ini,perempuan yang diinginkanharus disertai dengan anggota laki-lakikeluarganya, sehingga tidak terjadikhalwat (berduaan). Pada saatinilah kita bisa meneliti berbagai hal yangingin diketahui dariperempuan tersebut agar kita memperoleh gambaran yang jelas.Cara-cara semacam inilah yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimindalammenyediliki calon istrinya. Kita tak boleh melakukan cara-cara diluarIslam, seperti berpacaran atau berkenalan di tengah jalan. Carasemacam inisama sekali tidak dibenarkan.Ringkasnya, Laki-laki yang ingin membangun rumah tangga bahagia danpenuhkesejateraan di dunia dan di akhirat hendaklah memilih perempuanyang taatberagama untuk dijadikan istri. Insya Allah hidupnya akanbahagia.***02. Dari Lingkungan yang BaikDisebutkan dalam Hadits berikut bahwa:Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah olehmu khadraauddiman!”Rasulullahditanya: “Wahai Rasulullah, apakah khadraauddiman itu?”Sabdanya: “Wanitacantik di lingkungan yang buruk.”(H.R. Daraquthni,Hadits lemah)Penjelasan:Hadits tersbut derajatnya lemah karena ada rawi bernama Al-Waqidiyangdinilai sebagai rawi yang sangat lemah oleh ahli hadits.Hadits tersebut memperingatkan kepada laki-laki muslim bahwa perempuanyangtinggal di lingkungan yang tidak baik hendaknya dijauhi. Perempuansemacamitu kemungkinan besar akhlaqnya terpengaruh lingkungannya yangtidakislami. Hal ini sering dibuktikan oleh pengalaman dalam kehidupandi tengahmasyarakat selama ini. Wanita sering lebih mudah tergoda olehhal-hal yangsepintas menyenangkan dan tampak glamor, tanpa memikirkanakibat buruk yangakan terjadi. Wanita lebih mudah dipengaruhi olehlingkungan yang tidakbaik.Lingkungan yang tidak baik ialah lingkungan yang dipenuhi kebiasaan,tradisi, dan perilaku yang bertentangan dengan syari’at Islam.Lingkunganmasyarakat yang mempunyai tradisi berjudi, membuka praktekpelacuran, gemarminum minuman keras, dan melakukan maksiat-maksiatlainnya merupakan contohlingkungan yang tidak baik.Lingkungan semacam ini jelas merugikan pembinaan akhlaq dankeagamaanmasyarakatnya, baik perempuan maupun laki-laki. Lingkunganyang dipenuhidengan praktek pelacuran tentu amat membahayakanpembinaan akhlaq waargaperempuannya. Biasanya warga laki-lakinyabanyak yang lebih dulu terjerumussehinga kaum perempuan terdoronguntuk lebih berani terjum dalam kesesatanseperti itu. Hal inidisebabkan kaum laki-lakinya tidak bisa diandalkansebagai pelindungkaum wanitanya.Memang tidak bisa dijadikan sebagai satu kepastian untuk menyimpulkanbahwasetiap perempuan yang tinggal di lingkungan yang burukotomatisberakhlaqtidak baik. Beberapa contoh kita temukan dalam sejarah bahwaada wanitayang tetap tegak dalam keyakinan tauhid walaupun berada ditengah-tengahlingkungan penuh dengan dosa dan kemusyrikan, Diantaranya adalah ‘Aisyah,istri Fir’aun dan Masyithah, pelayanperempuan di istana Fir’aun. Keduaperempuan ini ternyata teguh dalammengikuti ajaran <span style="color:#000000;">Musa AS. Akan tetapi,perempuan-perempuan sepertimereka sulit kita dapatkan.Suami yang istrinya berasal dari lingkungan tidak baik mempunyairesikoamat besar karena akhlaq dan kebiasaan buruk yang telah mendarahdagingdalam diri sulit diubah dalam waktu relatif singkat.</span>Seorang perempuan yang biasa mengangap pergaulan bebas danpelacuransebagai hal yang lumrah dalam masyarakat, akan sulit menaatiketentuanagama yang melarang laki-laki dan perempuan bukan mahrambergaul bebas.Bila kelak dia menjadi istri dari suami yang lingkungan keluarganyataatberagama, akan terasa sulit dan berat baginya untuk mematuhiakhlaq agama.Ketika suaminya tidak di rumah, ia akan merasa tidakberdosa menerima temanlelakinya yang bebas berkunjung ke rumah. Bilasuamimenegur, ia akanmenjawab dengan enteng bahwa hal itu telahlumarah. Ia sama sekali tidakmau mengindahkan syari’at Islam, bahkanmenganggapnya sebagai belenggu yangmenekan dirinya.Istri yang bersikap semacam ini jelas akan menimbulkan konflikdengansuaminya sehingga terjadi pertengakaran. Hal itu disebabkanistri engganmematuhi syari’at Islam yang dipandangnya bertentangandengan tradisilingkungan yang tidak islami.Tak ada suami atau istri yang menghendaki rumah tangganyadipenuhipertengkaran dan perselisihan setiap hari. Pertengaran danperselisihandalam rumah tangga mengakibatkan tekanan dan depresi bagisuami istri.Untuk mencegah hal ini, Islam memberikan tuntunan kepada kita agardalammemilih calon istri hendaklahmemperhatikan lingkungan tempattinggalnya.Jadi, walaupun Hadits tersebut lemah, isi dan maksud Hadits di atasdapatdipergunakan sebagai pedoman umum sehingga kita lebih dapatberhati-hatidalam menilai akhlaq seorang perempuan. Kita dapatmenjadikannya sebagaiperingatan agar kita lebih mengutamakan calonistri yang tinggal dilingkungan yang baik.Untuk mengetahui kualitas lingkungan tempat tinggal calon istri, kitadapatmengamati hal-hal yang berhubungan dengan:1. Tempat tinggalnya, yaitu apakah yang bersangkutan tinggal dilingkungan yang islami atau tidak. Kalau lingkungannya biasa digunakansebagai tempat berjudi atau bermabuk-mabukan atau menyabung ayam danmaksiat lainnya, kecil kemungkinan orang yang tinggal di tempatsemacam ini taat beragama.Sebaliknya, apabila ia tinggal di lingkunganyang rajin mengadakan pengajian, masjidnya ramai dengan shalatjama’ah, warga yang perempuan berpakaian muslimah, tidak terjadipergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bersangkutan taatberagama.2. Keluarganya, yaitu apakah keluargannya orang-orang yang taatmenjalankansyari’at Islam atau tidak. Jika ia berasal dari keluargayang tidak peduli dengan agama, misalnyatidak taat shalat, tidak taatpuasa, tidak peduli akan halal dan haram dalam mencari nafkah, anggotakeluarga yang perempuan tidak berpakaian muslimah di luar rumah, atautidak baik hubungannya dengan tetangga atau kerabat dekatnya, kitaharus berhati-hati agar kita selamat dari kemungkinan-kemungkinantidak baik saat membina rumah tangga kelak.3. Lingkungan pendidikannya, yaitu lingkungan di mana diamemperoleh pendidikan islami atau tidak.Ringkasnya, kaum laki-laki dalam memilih calon istriebaiknyamemperhatikan aspek lingkungannya. Mereka sebaiknya lebihmengutamakanperempuan yang tinggal di lingkungan yang baik. Semakinbaik lingkunganasalnya, akan semakin besar sumbangannya dalammewujudkan pembinaan rumah tangga yang bahagia.*03. PerawanDisebutkan dalam Hadits berikut bahwa:Rasulullah SAW bersabda kepada Jabir ketika beliau kembali dari perangDzatur Riqa’: “Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Sayamenjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atauperawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan,supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat berguraudenganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saatperang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepadakami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadapmereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.” (H.R. Bukhari danMuslim)PenjelasanHadits tersebut memberikan dorongan kepada kaum laki-laki untukmemilih calon istri yang perawan, yaitu perempuan yang belum pernahbersetubuh atau belum pernah menikah.Perempuan-perempuan yang masih perawan belum pernah mengenal kemesraandengan laki-laki sehingga hatinya masih polos dan bersih. Ia tidakmemiliki kenangan masa lalu dengan laki-laki lain sehingga ketika iabercengkerama dengan laki-laki yang baru menjadi suaminya, hati danangan-angannya hanya tertuju kepada suami. Ia hanya merasakan sentuhankemesraan dari laki-laki yang menjadi suaminya. Seluruh perhatian,cinta, serta kasih sayangnya dicurahkan kepada suami tanpamembandingkan dengan laki-laki lain. Keadaan semacam inilah yangdigambarkan oleh Rasulullah SAW dalam Hadits tersebut dengan sabdany :“Engkau bisa bergurau dengannya dan dia pun bisa bergurau mesradenganmu.” Suasana semacam inilah yang dinyatakan Rasulullahkemungkinan besar hanya bisa tercipta dengan istri yang masih perawan.Laki-laki muslim sebaiknya berhati-hati terhadap perempuan yang pernah</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> berpacaran atau gemar berganti pacar. Perempuan yang pernah berpacaranpernah mengenal kemesraan dengan laki-laki sehingga hatinya tidakpolos dan tidak bersih lagi. Ia sudah tentu memiliki kenangan masalalu dengan pacarnya sehingga ketika ia bercengkerama dengan suami,hati dan angan-angannya tidak sepenuhnya tertuju kepada suaminya. Iaakan membandingkan sentuhan kemesraan antara pacarnya dulu dengansuaminya. Selain itu, keperawanannya juga harus dipertanyakan karenatidak bisa dipastikan sejauh mana ia berhubungan dengan pacarnya.Untuk mengetahui keperawanan calon istri seorang laki-laki dapatmelakukan cara-cara berikut ini11. Menanyakan hal tersebut kepada yang bersangkutan ketikabermaksud melamar.2. Menanyakan hal tersebut kepada keluarga atau kerabat atautetangga dekatnya yang dinilai jujur, adil dan objektif.3. Melakukan pemeriksaan medis bilamana ingin memperoleh keyakinanbahwa yang bersangkutan benar-benar perawan. Akan tetapi, cara semacamini harus mendapat persetujuan dari perempuan yang bersangkutan,karena hal ini bisa dianggap merendahkan martabatnya.Hadits Rasulullah SAW tersebut merupakan anjuran kepada laki-lakimuslim untuk memilih perempuan yang perawan sebagai istri, bukanlarangan kepada laki-laki muslim untuk memperistri perempuan janda.Rasulullah mengingatkan bahwa dengan memperistri perempuan perawankemungkinan besar akan lebih dapat menciptakan suasana kemesraan yanglebih mendalam dibandingkan dengan beristrikan perempuan janda.Oleh karena itu, laki-laki yang menginginkan suasana mesra danperhatian sepenuh hati dari istrinya, hendaklah memilih perempuan yangmasih perawan.04. PenyabarAllah berfirman dalam Q.S. At-Tahriim ayat 11:“Allah menjadikan istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yangberiman ketika ia berkata: ‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuahrumah di sisi-Mu dalam syura; dan selamatkanlaj aku dari Fir’aun danperbuatannya; dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim’”.Penjelasan:Sabar dalam bahasa Arab artinya lapang dada menerima kepahitan,kesulitan dan rintangan tanpa keluh kesah dan jengkel. Bila seseorangmenggerutu menghadapi kesulitan, jengkel dan marah menghadaprintangan. Dia dikatakan tidak sabar.Maksud ayat tersebut ialah bahwa seorang istri yang sabar menghadapi</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> perilaku buruk suaminya sangat membantu mempertahankan keutuhan rumahtangga. Dalam kasus tersebut, istri Fira’aun sangat sabar menerimakekejaman Fir’aun terhadap dirinya. Ia tetap tabah menghadapikekejaman suaminya dan hanya pasrah pada Allah.Istri penyabar seperti istri Fir’aun yang Allah gambarkan pada ayattersebut tentu memberikan jasa sangat besar dalam memelihara keutuhanrumah tangga, kebahagiaan suami dan kegembiraan anak-anaknya. Ia tidakakan mudah menceritakan kesulitan dan berbagai permasalahan yang akanmenyedihkan dan mecemaskan suaminya. Walaupun sebenarnya istrimenyimpan kepahitan dalam hatinya, semua kesulitan dihadapinya denganpenuh ketabahan dan sikap pasrah kepada Allah. Hal itu menjadikanrumah tangganya selalu dipenuhi kegembiraan, keceriaan dan penuh tawa.Istri yang sabar tidak hanya memberikan semangat dan dorongan hidup</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> kepada suaminya dalam menghadapi segala macam tantangan dan rintangan,ia juga dapat menjaga kehormatan suami di hadapan anak-anak dan oranglain. Istri yang sabar tidak akan manceritakan sikap buruk suamikepada anak-anaknya, karena ia tidak ingin melibatkan anak-anaknyadalam persoalan yang tengah dihadapinya. Sebaliknya, ia selalu memujiakhlaq suaminya di hadapan anak dan orang tuanya. Sikap semacam iniakan menciptakan hubungan mesra dalam rumah tangga karena anak-anakselalu menaruh hormat kepada bapaknya.Sebaliknya istri yang pemarah, suka membantah dan suka memaki suaminyaakan menimbulkan konflik berkepanjangan dalam rumah tangganya. Bahkankonflik tersebut bisa melebar kepada anak-anak, orang tua danmertuanya. Jika hal ini terjadi, pasti anak-anak dalam rumah tanggasemacam ini akan mengalami stress dan kebingungan. Selain itu,tetangga pun akan merasa enggan berdekatan dengan rumah tangga yangdipenuhi konflik. Mereka mungkin saja turut merasakan ketegangankarena boleh jadi anak-anak yang berasal dari keluarga yang penuhkonflik akan menimbulkan gangguan.Oleh karena itu, setiap laki-laki sangat perlu memperhatikan sifatcalon istrinya, apakah dia bersifat penyabar atau pemarah, tabahmenempuh kesulitan atau manja. Hal ini perlu diketahui sebabsifat-sifat buruk banyak berpengaruh dalam hidup berumah tangga.Bukankah tidak ada orang yang mau membangun rumah tangga dengansuasana penuh pertentangan, perselisihan dan permusuhan yang hanyaakan menciptakan hidup penuh derita dan nestapa.Untuk mengetahui apakah calon istri penyabar atau tidak, dapatdilakukan penyelidikan dengan cara-cara antara lain:1. Menanyakan hal tersebut kepada teman atau tetangga dekatnyayang jujur dan adil bagaimana sikap yang bersangkutan dalam menghadapikesulitan, rintangan dan kepahitan. Misalnya, dengan mengamatisikapnya apabila ada teman yang berbuat salah kepadanya, apakah diacepat memarahi ataukah menerimanya dengan tenang. Apabila ternyata diabersikap tenang tanpa menunjukkan sikap jengkel atau marah berarti iaorang yang sabar.2. Mengamati dan mengujinya dengan beberapa hal berikut:2.1. reaksinya ketika disuruh menunggu;2.2. reaksinya ketika ditegur karena melakukan kesalahan;2.3. reaksinya ketika dihadapkan pada kesulitan;2.4. sikapnya ketika menghadapi anak kecil, orang tua, orangsakit, oranglanjut usia, dan lain-lain.Setiap suami ingin istrinya mempunyai kesabaran jauh lebih besardaripada dirinya. Dia ingin menjadikan istrinya sebagai tempatmenumpahkan segala keresahan hati dalam menghadapi problem kehidupan.Dia ingin agar istri dapat menenangkan suami dengan kesabaran darisegala keresahannya sehingga suami memperoleh kesegaran dan doronganhidup lebih baik. Oleh karena itu, setiap laki-laki harus benar-benarmengutamakan calon istri yang penyabar. Insya Allah, segala tantangandan kesulitan dalam rumah tangga akan teratasi dengan baik sehinggatercipta keluarga bahagia.***05. Memikat HatiAllah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 3 :“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak)perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilahwanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”Penjelasan:Ayat tersebut menyebutkan agar laki-laki memilih perempuan yangmemikat atau menyenangkan hatinya sebagai istri. Kata-kata yangdipergunakan pada ayat di atas yaitu “thaaba”. Kata ini berarti :1. Baik, seperti dalam kalimat: “Hadzaa syaiun thayyib.” (Iniadalah urusan yang baik). Kata thayyib berasal dari thaaba.2. Hatinya baik, seperti pada kalimat: “Hiya imra’atun thaabatnafsuha”. (Perempuan ini baik hatinya).3. Ya, sebagai kata jawab, seperti dalam kalimat: “Thayyib, anahadhir”. (Ya, saya datang).Dari ketiga arti di atas kita dapat mengetahui bahwa arti kata thaabapada ayat tersebut adalah sifat baik hati, akhlaq dan kepribadianperempuan yang membuat calon suaminya merasa tertarik dan senang.Tanpa adanya faktor-faktor ini, rasa tertarik, senang dan terpikattidak akan ada.Istri yang bisa membuat suaminya merasa senang dan tertarik akansemangat untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang sakinah dandamai. Tanpa rasa senang dan terpikat sulit akan tercipta kemesraandan keintiman dalam hidup berumah tangga. Oleh karena itu, laki-lakiyang hendak memilih seorang perempuan sebagai calon istrinya harusbertanya kepada dirinya sendiri apakah hatinya benar-benar merasasenang dan terpikat kepada perempuan tersebut atau tidak. Ia harusjujur menghayati perasaannya sendiri dalam memperhatikan hal-ihwalperempuan yang diminati sebelum melamarnya, apalagi menikahinya.Daya tarik yang utama dan bertahan lama, bahkan sampai akhir hayatadalah daya tarik akhlaq dan ketaatan perempuan yang bersangkutankepada Allah dan Rasul-Nya. Adapun daya tarik lainnya adakalanyamenyebabkan kebosanan atau kebencian di belakang hari. Kecntikan,misalnya, semakin lama akan memudar. Suami tidak menaruh cinta lagikepada istrinya karena ia tidak cantik lagi, atau karena suatu musibahyang merusak kecantikan istri, suami tidak lagi tertatik, bahkanmenjauhinya. Daya tarik lainnya adalah kekayaan. Seorang laki-lakimemperistri seorang perempuan karena tertarik pada kekayaannya.Setelah menikah sekian tahun, harta kekayaan istri habis, sehinggasuami kehilangan rasa tertarik terhadap istrinya. Oleh karena itu,yang akan menjamin suami tertarik dan terpesona kepada istrinya secaralanggengadalah daya tarik akhlaq dan ketaatan beragama seorang perempuan.Untuk memastikanapakah seorang laki-laki tertarik kepada calonistrinya atau tidak, dia hendaklah menguji kejujuran hatinya berulangkali dengan cara-cara antara lain:1. Membandingkannya dengan perempuan lain. Jika hatinya ternyatamasih bimbang, berarti dia belum terpikat sepenuh hati kepadaperempuan tersebut.2. Mengendapkan keinginannya lebih lama kepada perempuan tersebutsehingga dapat lebih diyakini ketertarikan dan kesenangan hatinya.Jika setelah beberapa lama ternyata ia masih tetap tertarik danmenyenanginya, berarti perempuan tersebut mendapatkan nilai yangtinggi di dalam hatinya.3. Mengamati daya tarik perempuan tersebut dengan seksama apakahdaya tariknya merupakan sifat-sifat asli atau sekedar polesan. Denganmengetahui keadaan sebenarnya, ketertarikan terhadap perempuan yangbersangkutan akan langgeng karena benar-benar timbul dari dalamhatinya. Sebaliknya, jika daya tarik perempuan itu hanya bersifatpolesan, dialebih baik mengundurkan diri, karena daya tarik yangsifatnya polesan tidak bertahan lama.Setiap laki-laki perlu memperhatikan aspek ini sebagai tolok ukurdalam menilai perempuan yang menjadi calon istrinya agar terhindardari keadaan yang tidak diinginkan kemudian saat berumah tangga.Sering terjadi seorang laki-laki sangat kecewa dan menyesal karenaistri yang dahulu dinilai memiliki sifat-sifat terpuji, terbuktimemiliki sifat-sifat sebaliknya. Sifat yang dulu ditampilkan dihadapan calon suaminya ternyata hanya polesan. Akibatnya, wanita yangdipilih menjadi istrinya benar-benar dirasakan sebagai orang lain,bukan wanita yang didambakanya sebelumnya. Kejadian semacam ini hanyameninggalkan rasa perih, kecewa, dan marah yang terpendam.Berikut ini kami kemukakan beberapa contoh perempuan yang memilikidaya tarik polesan atau semu:1. Seorang perempuan yang terlihat cantik karena bersolek. Karenasetelah menjadi istri ia tidak mampu membeli peralatan kecantikan,terlihatlah keadaan aslinya. Suami melihat bahwa istri yang disangkabenar-benar cantik alami ternyata tidak cantik. Kecantikannya hanyapolesan belaka. Untuk mempertahankan penampilannya suami harusmengeluarkan biaya banyak sehingga menguras pendapatanya. Hal semacamini menimbulkan kejengkelan dan kemarahan sehingga ia membenciistrinya.2. Seorang perempuan dari status sosial yang terhormat tetapisikapnya merendahkan suaminya. Ia memandang suaminya yang harusmenghormati dirinya, bukan dia yang harus menghormati suaminya. Padaawalnya suami tidak begitu merasa terhina oleh sikap istrinya, tetapisemakin lama suami merasakan bahwa dirinya tidak dihargai olehistrinya sebagai kepala rumah tangga. Suami merasa kecewa dan jengkelkepada istrinya sehingga mereka semakin renggang. Suasana semacam inimengakibatkan rumah tangga tidak lagi dipenuhi kecintaan dankemesraan, yang ada hanyalah permusuhan yang tersembunyi.Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam rumahtangga Allah menegaskan dengan firman-Nya pada ayat di atas agarlaki-laki memilih perempuan yang benar-benar disenanginya dan memilikidaya pikat yang sejati. Ia jangan mudah tertipu penglihatan sepintasterhadap kecantikan, kekayaan, dan status sosial yang lebih banyakdibangkitkan oleh selera rendah yang sifatnya sementara. Ia hendaklahbenar-benar menguji hati nuraninya dengan cara-cara yang benarsehingga yakin bahwa perempuan yang hendak dijadikan istrinyabenar-benar sesuai dengan hati nuraninya. Pengamatan jeli dan seksamadalam memilih calon istri yang sesuai dengan tuntutan Islam merupakanhal utama yang harus ia lakukan.***06. AmanahAllah berfirman dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 34:“…Oleh sebab itu, wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allahlagi memelihara (dirinya dan harta suami) ketika suaminya tidak ada,karena Allah telah (menyuruh) memeliharanya…”Disebutkan dalam Hadits berikut:Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik istri yaitu yang meyenangkanmuketika kamu lihat; taat kepadamu ketika kamu suruh; menjaga dirinyadan hartamu ketika kamu pergi”. (H.R. Thabarani, dari ‘Abdullah binSalam)Penjelasan:Amanah yaitu tanggung jawab memenuhi kepercayaan orang kepadanya. Apasaja yang dipercayakan orang kepadanya dijaga dan ditunaikan dengansebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan pemberi kepercayaan.Ayat tersebut menjelaskan sifat istri yang baik, yaitu benar-benarbisa memelihara kehormatan dirinya pada saat suaminya tidak di rumah.Ia juga menjaga dengan amanah harta benda suaminya selama dia tidak dirumah.Hadits di atas menjelaskan bahwa setiap istri dituntut untuk amanahterhadap suaminya dalam mengelola harta suami yang dipercayakankepadanya.Seorang istri harus memiliki sifat amanah karena ia diberi kepercayaanoleh suaminya mengenai segala macam urusan diri dan keluarganya,bahkan seluruh rahasia suaminya. Suami bukan hanya mempercayakan hartakekayaan kepadanya, melainkan juga mempercayakan kehormatan dankeamanan anak-anaknya. Hal ini menuntut adanya sifat amanah istrisehingga ia tidak akan melakukan kecurangan ketika suami tidak ada,atau menipu suaminya sehingga menjerumuskannya ke dalam malapetaka.Misalnya, karena kekurangan uang belanja ia menyebarkan hal tersebutkepada orang lain, atau menyampaikan aib suami kepada orang lainsekalipun tidak bermaksud jahat. Hal semacam ini sudah merupakantindakan khianat istri kepada suami.Istri yang amanah tentu tidak akan mengabaikan tanggung jawabnyamenjaga dan memelihara segala hal yang dipercayakan kepadanya. Iaakan memelihara suasana rumah tangga penuh rasa kasih sayang dancinta.Sungguh sangat besar bahaya istri yang tidak amanah bagi keselamatandan keamanan suami. Istri yang curang dalam menggunakan hartakekayaan suami akan memberatkan suami dalam mencari pemenuhankebutuhan keluarga. Istri yang tidak dapat menyimpan cacat cela danrahasia suami akan merusak kehormatan suaminya. Istri yang tidak dapatmenjaga anak-anak suaminya dengan baik akan menyusahkan suami dalammembina kehidupan anak-anaknya menjadi orang yang shalih. Istri yangtidak amanah akan menimbulkanketegangan dan perselisihan karena hal yang diamanahkan kepadanyatidak dijaga dengan baik.Oleh karena itu, setiap laki-laki yang ingin memperistri seorangperempuan harus benar-benar memperhatikan ada tidaknya sifat amanahpada calon istrinya. Jika ternyata ia seorang perempuan yang kurangbaik amanahnya dan kecil harapan untuk diperbaiki, perempuan semacamini sebaiknya tidak dijadikan istri.Untuk mengetahui apaah calon istri amanah atau tidak, dapat dilakukanupaya-upaya berikut:1. Menanyakan kepada kerabat atau tetangga atau teman dekatnyayang jujur dan berakhlaq baik apakah diaorangyang dapat dipercayabila diberi kepercayaan mengurus dan menyimpan sesuatu atau tidak.2. Menyelidiki perilakunya apakah ia dapat dipercaya dalammelaksanakan kepercayaan orang kepadanya atau tidak. Misalnya denganmengamati sikapnya bila dititipi uang apakah ia dapat dipercaya atautidak. Bisa juga dengan mengamati apakah ia selalu memenuhi janjidengan baik atau tidak bila berjanji.3. Menyelidiki perilaku keluarganya berkenaan dengan sifat amanahapakah keluarganya dapat dipercaya dalam menjaga harta titipan danselalu memenuhi janji atau tidak. Dengan bercermin pada keadaankeluarganya besar kemungkinan yang bersangkutan juga menjadi perempuanyang amanah. Sebaliknya, jika keluarganya dikenal sebagai orang yangtidak dapat dipercaya, kemungkinan anaknya begitu.Jadi, karena istri yang amanah sangat berperan penting dalammenciptakan kehidupan keluarga yang baik, laki-laki yang ingin membinarumah tangga harus selalu mengutamakan istri yang amanah. Dengan istriyang amanah insya Allah kehidupan keluarga tidak akan banyak bebansehingga tercipta keluarga yang sakinah.***07. Tidak Bersolek Bila Keluar RumahDisebutkan dalam Hadits berikut:“Wanita-wanita yang gemar minta cerai dan wanita-wanita pesolek (diluar rumah) adalah wanita-wanita munafik”. (H.R. Abu Nu’aim)Penjelasan:Maksud Hadits di atas ialah perempuan yang suka bersolek ketika keluarrumah adalah perempuan munafik. Orang munafik perkataannya tidak bisadipercaya, janjinya tidak bisa dipegang dan kejujurannya tidak dapatdipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, perempuan yang suka bersolekketika keluar rumah berarti memiliki sifat-sifat buruk.Sifat perempuan dalam menampilkan dirinya macam-macam. Ada perempuanyang suka bersolek, ia dapat memoles dirinya dengan baik sehinggaterlihat cantik dan kekurangannya tertutupi. Tindakannya bertujuanuntuk menawan hati orang lain, terutama lawan jenisnya. Perempuansemacam ini disebut munafik karena selalu berpura-pura dalammenampilkan dirinya dan menyembunyikan keadaan sesungguhnya.Selain itu,ada perempuan yang tampil apa adanya, ia tidak maumengenakan macam alat kecantikan. Ia selalu menampakkan dirinya denganpolos, tetapi memperlihatkan budi pekerti yang baik dan akhlaq yangterpuji. Ia berpakaian sederhana apa adanya. Perempuan semacam inilebih mengutamakan kecantikan dan keindahan batin daripada keindahanlahirnya.Di antara dua sifat perempuan tersebut, perempuan yang tampil apaadanya, polos, dan sederhana itulah yang berakhlaq baik. Perempuansemacam inilah yang seharusnya menjadi pilihan laki-laki beriman untukdijadikan istri. Ia bisa diharapkan untuk bersama-sama membangun rumahtangga yang penuh kedamaian, keceriaan, kasih sayang dan kebahagiaan.Istri yang bersolek bila keluar rumah termasuk wanita munafik karenaia berusaha terlihat cantik di mata orang lain, bukan di hadapansuaminya. Ia akan membuat hati suami selalu dibayangi kebimbangan.Suami menjadi selalu khawatir jangan-jangan istrinya tidak dapatmenjaga dirinya dari rayuan laki-laki lain atau bercengkerama denganlaki-laki lain ketika dia tidak di rumah. Ia juga bimbang bila memberiuang belanja karena mungkin sekali istrinya menghamburkannya di luarpengetahuan suami. Ia juga sulit mempercayai apa yang dibicarakanistrinya. Kebimbangan semacam ini tentu dapat mengganggu ketentramandalam rumah tangga, bahkan bisa memicu pertengkaran.Istri pesolek menimbulkan beban psikologis bagi suami. Kegemarannyabersolek bila keluar rumah bisa mengundang selera laki-laki lainterhadap dirinya. Hal ini tentu akan menimbulkan salah paham dengansuaminya. Suami akan merasa curiga setiap saat sehingga timbulpertengkaran dalam rumah tangga.Selain beban psikologis, istri pesolek juga akan menimbulkan banyakproblem bagi suaminya karena kegemarannya bersolek menyebabkan suamiharus mengeluarkan banyak uang. Hal semacam ini tentu akan membebanisuami, bila pendapatan suami hanya cukup untuk makan sehari-hari.Karena begitu besarnya kendala beristri perempuan pesolek, seoranglelaki hendaklah lebih dahulu meneliti dan mencermati calon istrinya.Jika ternyata dia seorang yang benar-benar gemar bersolek, bahkanbiasa bersolek sejak kecil, hendaklah ia mempertimbangkan denganseksama apakah ha itu akan menimbulkan malapetaka atau tidak bagidirinya kelak.Jika kegemarannya besolek bukan kebiasaan sejak kecil,melainkan sekedar pengeruh teman dan ada harapan untuk diperbaiki, iaharus tetap mempertimbangkan pemilihannya, sebab boleh jadi pengaruhtemannya akan menjadi kebiasaan. Ia harus benar-benar bersikapobjektif dalam menilai kemampuannya mengayomi perempuan tersebut.Langkah terbaik adalah mendasarkan pilihannya sesuai dengan tuntunansyari’at Islam supaya kelak tidak menyesal.Untuk mengetahui apakah calon istri pesolek atau bukan, dengan mudahdapat dilihat dari penampilannya sehari-hari. Bila ia menampilkan dirisecara polos dan sederhana walaupun sebenarnya dia berkecukupan,wanita semacam ini termasuk bukan pesolek. Akan tetapi, jika ia tampildengan polos hanya karena keadaan ekonominya lemah, hal ini perludipertimbangkan dan diselidiki lebih jauh. Kita perlu meneliti lebihjauh penampilannya pada saat-saat tertentu, misalya pada saatmenghadiri acara pesta perkawinan, wisuda dan lain-lain, apakah tetaptampil apa adanya atau bersolek di luar kebiasaannya.Ringkasnya, setiap laki-laki hendaklah memperhatikan masalah inidengan seksama agar kelak tidak menyesal dalam membina rumah tanggadengan perempuan yang didambakannya. Hal iniperlu dilakukan jika iamenghendaki rumah tangga yang dipenuhi dengan keharmonisan, kemesraandan kebahagiaan. Oleh karena itulah, ia hendaklah berhati-hati agartidak memilih perempuan yang gemar bersolek bila keluar rumah.***08. Kufu’ dalam BeragamaRasulullah SAW bersabda dalam Hadits-Hadits berikut:“Wahai Bani Bayadhah, kawinkanlah (perempuan-perempuan kamu) denganAbu Hind; dan kawinlah kamu dengan (perempuan-perempuan)nya.” (H.R.Abu Dawud)“Orang-orang Arab satu dengan lainnya adalah kufu’. Bekas budak satudengan lainnya adalah kufu’ pula.” (H.R. Bazar)“Sesungguhnya Allah memuliakan Kinanah di atas Bani Isma’il danmemuliakan Quraisy di atas Kinanah dan memuliakan Bani Hasyim di atasQuraisy dan memuliakan aku di atas Bani Hasyim…Jadi, akulah yangterbaik di atas yangterbaik.” (H.R. Muslim)Penjelasan:Kata kufu’ artinya sepadan atau setara. Dalam pengertianadat-istiadat, kufu’ ialah kedudukan setara antara calon suami dengancalon istri, baik dalam urusan agama, keturunan, nasab, maupunkedudukan sosial dan ekonomi. Bila calon pasangan dalam hal-haltersebut setara, maka mereka disebut kufu’.Hadits-hadits di atas memberikan penjelasan kufu’ dalam pandangansyari’at Islam. Hadits pertama menjelaskan bahwa Rasulullahmemerintahkan Bani Bayadhah untuk mengawinkan anak-anak perempuannyadengan laki-laki dari keturunan Abu Hind. Klen Abu Hind ini dikenalsebagai pengrajin. Profesi pengrajin di lingkungan Arab dipandangrendah sehingga keturunan mereka dinilai tidak kufu’ dengan keturunanBani Bayadhah.Hadits kedua menjelaskan bahwa semua suku Arab kufu’ sehingga tidakalasan bagi suatu suku tertentu merasa lebih tinggi daripada sukulain.Hadits ketiga menjelaskan bahwa suku yang paling mulia dilingkunganbangsa Arab adalah Quraisy, sedangkan klen yang paling mulia dilingkungan suku Quraisy adalah Bani Hasyim dan warga Bani Hasyim yangpaling mulia adalah Nabi Muhammad SAW.Hadits ketiga ini tidak menunjukkan adanya pembenaran bahwa sukuselain Quraisy tidak kufu’ dengan suku Quraisy, atau klen selain BaniHasyim tidak kufu’ dengan klen Bani Hasyim, sehingga antara laki-lakidan perempuan yang berbeda suku atau klen tidak boleh menikah. Olehkarena itu, tidak ada pembenaran bagi mereka untuk menolak kawindengan suku atau klen mana saja denganalasan status sosialnya tidakkufu’.Bila perkawinan antar klen atau suku yang tidak kufu’ dilarang, tentusaja tidak akan ada laki-laki yang dipandang kufu’ menjadi suamiputri-putri Rasulullah, sebab Rasulullah SAW adalah orang yang palingmulia di lingkungan klen Bani Hasyim. Kenyataannya, putri Rasulullahdiperistri oleh laki-laki yang klen atau keluarganya lebih rendah .Ummu Kultsum contohnya, diperistri oleh ‘Utsman bin ‘Affan yangklennya lebih rendah daripada Bani Hasyim, dan Fathimah diperisterioleh ‘Ali yang keluarganya lebih rendah daripada keluarga RasulullahSAW. Hal ini membuktikan bahwa anjuran agar mencari pasangan yangkufu’ maksudnya bukanlah kufu’ dalam pengertian nasab, kedudukansosial ekonomi, suku atau keluarga, melainkan kufu’ dalam beragama.Mengapa hanya agama yang menjadi tolok ukur kufu’ untuk memilih istri?Karena agama merupakan bekal utama yang melandasi kemampuan dantanggung jawab seorang perempuan untuk menjadi istri yang shalihah.Kufu’ dalam beragama ini ialah kualitas akhlaq dan ketaatan beragamacalon pasangan benar-benar setara. Apabila suami lebih baik, sedangistri kurang, keduanya dikatakan kurang kufu’. Sebaliknya, jika istrilebih baik, ia dikatakan tidak kufu’ sebab suami dituntut memilikikualitas lebih baik atau setidak-tidaknya setara.Islam menganjurkan memilih istri yang kufu’ dalam beragama agar kelaktercipta suasana sakinah dan mawaddah dalam hidup berumah tangga. Bilaantara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidangakhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, halini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yangdipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepadaAllah. Demikianlah, karena istri yang tidak kufu’ memiliki pandanganyang berbeda dalam menilai baik buruk suatu masalah sehingga dalamrumah tangga muncul dua norma yang bisa berbeda. Hal ini sangatberbahaya bagi pembinaan akhlaq suami istri dan anak-anaknya.Bukanlah tujuan setiap orang membina rumah tangga adalah untukmemperoleh kebahagiaan sebesar-besarnya di dunia dan keselamatan diakhirat kelak? Kalau tujuan semacam ini tidak dapat diwujudkan, yangakanterjadi adalah perselisihan yang menyebabkan perderitaan.Untuk mengukur kufu’ atau tidaknya calon istri, perlu diadakanpengamatan dan penelitian seksama. Ada beberapa cara yangbisaditempuh, antara lain :1. Menanyakan akhlaq dan ibadah perempuan tersebut kepadateman-teman dekatnya atau tetangga dekatnya yang adil dan jujur dalammenilai orang.2. Mengamati akhlaq dan ibadah keluarga perempuan yangbersangkutan. Bila keluarganya ahli ibadah dan baik akhlaqnya,kemungkinan besar akhlaq perempuan tersebut seperti keluarganya.Adapun kufu’ dalam bidang lain, seperti tingkat pendidikan, sosial,ekonomi dan lain-lain bukan merupkan masalah pokok yang dapatmenghalangi upaya penciptaan rumah tangga yang sakinah dan mawaddah.Masalah-masalah semacam itu dapat diatasi dengan cara melakukanpeningkatan secarabertahap dari pihak yang bersangkutan.Istri yang pendidikannya jauh lebih rendah daripada suami, misalnya.Tetapi memiliki kecerdasan yang cukup untuk menambah ilmunya, baiksecara otodidak maupun melalui kursus-kursus, dapat mengimbangikedudukan suami. Begitu pula istri yang berasal dari kalangan ekonomirendah tetapi memiliki pendidikan yang cukup, kedudukannya otomatisakan terangkat sehingga kedudukannya setara dengan suaminya. Begitujuga dalam hal kedudukan sosial dan lainnya, istri dapat mencapaikesetaraan selama suami mau menerima dan mengusahakan peningkatankualitas dirinya.Akan tetapi, berbeda sekai bila calon istri akhlaqnya rendah danperilakunya dalam beragama rusak. Perbaikan dan peningkatan dalam halini sangat berat sebab untuk mengubah akhlaq yang buruk menjadi baikbukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, bahkan dapat mempengaruhiyang baik menjadi rusak. Itulah sebabnya Rasulullah SAW, juga paraulama mengingatkan agar laki-laki yang hendak menikah benar-benarmemperhatikan masalah kualitas agama calon istrinya.Jadi, walaupun masalah kufu’ di luar aspek agama tidak menjadituntutan pokok, patut juga kita perhatikan hal tersebut dengan baikagar kita lebih mudah menciptakan keluarga yang bahagia, penuhketenangan dan sejahtera. Kita sebaiknya berusaha untuk mendapatkanpasangan yang kufu’ dalam seluruh aspek mencakup akhlaq, ibadah,endidikan, kedudukan sosial, ekonomi, dan latar belakang kultur.Semakin banyak persamaan antara calon pasangan, akan semakin mudahkita membina kesatuan dalam keluarga. Inilah yang harus kita usahakanagar tujuan kita mewujudkan rumah tangga yang penuh keberkahan,kebahagiaan dan ketenangan tercapai.**09. Tidak MaterialisDalam Hadits berikut disebutkan:Dari Ibnu ‘Abbas ra, ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: “Ada empatperkara, siapa mendapatkannya berarti kebaikan dunia dan akhirat,yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir,bersabar ketika mendapatkan musibah, dan perempuan yang mau dikawinibukan bermaksud menjerumuskan (suaminya) ke dalam perbuatan maksiatdan bukan menginginkan hartanya.” (H.R. Thabarani, Hadits Hasan)Disebutkan juga dalam Hadits berikut bahwa:Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya wanita yang membawa berkahyaitu bilamana ia mudah dilamar, murah maskawinnya, dan suburperanakannya.” (H.R. Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah).Penjelasan:Materialis adalah sifat lebih mengutamakan materi dan cenderung tidakmau mengeluarkan hartanya untuk kepentingan orang lain ataukepentingan kebajikan umum.Wanita materialis mengukur derajat dan martabat seorang laki-lakisemata-mata dari sisi harta kekayaannya. Ia mau menjadi istriseseorang asalkan yang bersangkutan mampu memenuhi tuntutan-tuntutanmaterinya. Ia selalu medambakan kemewahan dan bertumpuknya hartakekayaan tanpa mempedulikan halal dan haramnya.Maksud Hadits pertama ialah perempuan yang baik dijadikan istri antaralain karena tidak bermaksud mengejar harta dan tidak pulamenjerumuskan suaminya untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa.Misalnya mendorong suaminya untuk mencari harta sebanyak-banyaknyawalaupun dengan cara haram atau hanya mengeruk harta kekayaan suamidan meninggalkannya bila suami jatuh miskin.Hadits kedua menerangkan bahwa salah satu ciri wanita yang tidakmaterialis. Perempuan semacam ini kelak akan membawa berkah bagikeluarganya karena mau menerima keadaan suami sehingga tidakmenyulitkan suaminya dalam memenuhi kebutuhan keluarga kelak. Sikapsemacam inilah yang dapat menciptakan suasana keluarga penuh denganrasa riang dan bahagia.Dalam memilih calon istri kita diperintahkan agar mencari wanita yangridha menerima mahar sedikit, walaupun laki-laki dianjurkan untukmemberikan mahar yang banyak kepada calon istrinya seperti yangdisebutkan dalam Q.S. An-Nisaa’ ayat 4 :“Berikanlah maskawin kepada wanita (yang kamu nikahi) dengan maskawinyang menyenangkan …”Untuk mengetahui apakah calon istri materialis atau tidak, dapatdilakukan cara-cara antara lain:1. Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau tetangga dekatnyatentang sikap-sikapnya dalam bidang materi. Misalnya, kita telitiapakah dia senang berteman dengan orang-orang kaya saja atau jugadengan orang-orang miskin. Kita amati sikapnya apakah mau meminjamkansesuatu kepada orang yang miskin atau hanya mau meminjamkan sesuatukepada yang kaya. Kita amati juga apakah dalam menilai keadaanseseorang ia hanya melihat sisi materinya atau ia lebih memperhatikansisi akhlaq dan kepandaiannya.2. Mengamati pola kehidupan keluarganya apakah mereka hanyabergaul dengan orang-orang kaya atau dengan semua kalangan.3. Mengujinya dengan memberikan hadiah yang murah apakah apakah iamemberi komentar menyepelekan atau tidak.Dengan cara-cara ini diharapkan laki-laki yang akan mempersuntingseorang perempuan dapat mengetahui dengan jelas apakah sifatnyamaterialis atau qana’ah (menerima apa adanya) dan menjauhi kemewahan.Laki-laki yang bertujuan mewujudkan keluarga islami dalam rumah</span></span></h1>
<h1><span style="font-family:Tunga;"></span></h1>
<h3 class="western" style="margin-top:0;"><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;"> tangganya, hendaklah benar-benar memilih calon istri yang tidakmaterialis. Hal ini dimaksudkan agar keluarganya dapat hidupberbahagia, sejahtera, penih ketentraman, kasih sayang sesuai denganperaturan Islam.***10. Senang Menyambung Ikatan KerabatDalam Hadits berikut disebutkan:Dari Maimunah ra, sesungguhnya ia telah memerdekakan salah seorangbudak perempuannya tanpa lebih dahulu minta izin kepada Nabi SAW.Ketika tiba saat Nabi bergilir kepadanya, ia berkata: “WahaiRasulullah, apakah Tuan tahu bahwa saya telah memerdekakan budakperempuanku?” Sabdanya: “Apakah engkau telah melakukannya?” Jawabnya:“Ya” Sabdanya: “Alangkah baiknya kalau budak perempuan itu engkauhadiahkan kepada paman-paman dari pihak ibumu karena pahalanya akanlebih besar bagi dirimu.” (H.R. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, danNasa’i)Penjelasan:Perempuan yang baik untuk dijadikan istri adalah perempuan yang sukamenjalin ikatan silahturahmi dengan keluarga dan kerabat.Hadits di atas menceritakan bahwa ketika Maimunah memberitahuRasulullah SAW, bahwa dirinya telah memerdekakan budak miliknya,beliau bersabda: “Alangkah baiknya kalau budak perempuan itu engkauhadiahkan kepada paman-paman dari pihak ibumu.” Ini berarti bahwaRasulullah SAW lebih menekankan perlunya mempererat ikatan kekerabatandaripada sekedar membebaskan budak.Peranan seorang istri sangat besar dalam mempererat hubungan suaminyadengan keluarga dan kerabatnya. Bila seorang istri suka menjaga danmemelihara hubungan dengankerabat-kerabatnya, baik dari pihaknyasendiri maupun dari puhak suaminya, jaringan hubungan kekeluargaanakan menjadi luas, sehingga memudahkan mereka untuk saling menerimadan memberi bantuan.Kebanyakan orang, terutama para istri, tidak suka bila dia harusmembantu atau menanggung beban hidup orang lain. Mereka lebihmengutamakan keseja hteraan keluarganya daripada membantu kerabat ataukeluarga besarnya. Umumnya, perempuan lebih mengutamakan diri dananak-anaknya dan cenderung kurang peduli dengan keluarga besarnya.Mereka khawatir kalau terlalu banyak membantu keluarga besar,kepentingannya tidak terpenuhi. Hal inilah yang sering merintangi paraistri untuk bersikap lebih dermawan kepada keluarga besarnya, apalagikepada keluarga besar suaminya.Kita tak boleh merasa tidak memerlukan uluran tangan keluarga ataukerabat kita, karena sikap semacam ini hanya merugikan diri sendiri.Walaupun keluarga kita berkecukupan, kita harus ingat bahwa kekayaantidak bisa dinikmati selamanya. Peristiwa-peristiwa mendadak yangbisamenghancurkan kekayaan dan kesejahteraan, tidak dapat kita dugadatangnya. Hal semacam ini kemungkinan besar tidak dapat kita atasisendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itusiapakah yang kita harapkan dapat memberikan bantuan jika bukan darikeluarga besar kita sendiri.Sebuah keluarga kaya misalnya, mereka merasa tidak memerlukan bantianlagi dari keluarga besarnya, lalu bersikap acuh dan merendahkan. Suatuketika keluarga ini mengalami malapetaka, misalnya rumahnya terbakarhabis sehingga tidak tersisa harta sedikitpun. Pada saat semacam ini,siapakah yang diharapkan untuk segera memberikan bantuan kepadadirinya jika hubungannya dengan keluarga besarnya tidak baik? Dia akanmenderita dan putus asa karena tidak ada orang yang bisa diharapkanpertolongannya. Ia tidak bisa berharap kepada keluarga besarnya karenaselama ini tidak mau peduli kepada mereka.Untuk mengetahui seberapa jauh minat dan hasrat calon ustri terhadapupaya pemeliharaan ikatan silahturahmi dengan keluarga, kita dapatmenempuh cara-cara antara lain:1. Menanyakan kepada kerabat dekatnya apakah yang bersangkutankenal, akrab dan sering berkunjung atau tidak.2. Menanyakan kepada teman-teman perempuannya atau tetanggasekitarnya apakah dia berhubungan baik dengan mereka atau tidak.Karena pentingnya keluarga besar dan kerabat bagi setiap keluarga,kita wajib memperhatikan calon istri kita seberapa jauh iamempedulikan kerabat dan keluarga besarnya. Bila yang bersangkutanadalah orang yang selalu memelihara dan menyuburkan ikatansilahturahmi dengan keluarga dan kerabatnya,perempuan semacam inibaik dijadikan istri dan akan membawa berkah dalam membangun rumahtangga kelak. Sebaliknya, jika dia tidak peduli dengan ikatankekeluargaan, kemungkinan besar perempuan semacam ini tidak akanmemberikan berkah dalam keluarga suaminya. Oleh karena itu, carilahistri yang suka memelihara ikatan silaturahmi.***11. Pandai Menyimpan RahasiaRasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut :“Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur,besar cintanya, teguh memegang rahasia,…” (H.R. Thusy)Penjelasan:Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri perempuan yang baik untukdijadikan istri, salah satunya ialah pandai menyimpan rahasia.Rahasia adalah sesuatu yang tidak patut diketahui oleh orang lain.Apabila sesuatu yang diketahui oleh orang lain dapat menimbulkankemarahan yang bersangkutan atau mengancam kepentingannya atau membuatmalu, hal tersebut itu disebut rahasia.Rahasia ada bermacam-macam, antara lain rahasia rumah tangga, rahasiakantor, rahasia bisnis, rahasia partai, rahasia negara, danlain-lainnya. Semua rahasia tidak patut dibocorkan kepada orang lainkarena hal semacam itu akan merugikan orang yang bersangkutan.Kerugian yang diderita oleh orang lain tentu bergantung padapermasalahannya. Jika permasalahannya sangat peka karena menyangkutkeamanan negara dan masyarakat, bahayanya pun akan sangat besar. Jikarahasia itu menyangkut pribadi seseorang, hal itu akan sangat merusakkredibilitasnya.Seorang laki-laki dalam memilih istri harus memperhatikan sifat-sifatyang bersangkutan apakah ia termasuk orang yang pandai menyimpanrahasia atau tidak.Hal ini perlu dilakukan, karena orang-orang yangtidak bisa menjaga lidahnya, tidak akan memperhatikan kerahasiaansuatu masalah yang dibicarakan. Apa saja yang diketahuinya dilontarkankepada orang lain. Hal ini semacam ini tentu saja akan sangatmerugikan kepentingan suami.Seorang perempuan yang pandai menyimpan rahasia suami atau keluarganyaakan dapat menjaga kehormatan suami dan keluarganya dengan baik,apalagi bila rahasia tersebut menyangkut kepentingan umum. Sebaliknya,istri yang tidak pandai menjaga rahasia suami dan keluarganya, tentuakan membuat aib bagi suami dan keluarganya, bahka dapat membahayakankeselamatan jiwa mereka. Seorang istri yang tidak pandai menjagakehormatan dan kewibawaan keluarganya di hadapan orang lain atau ditengah masyarakat adalah orang yang kepribadiannya tidak sehat.Istri yang tidak pandai menyimpan rahasia suami bisa merugikan namabaik suaminya. Misalnya, istri seorang pejabat yang menguruskepentingan pemeriksaan pajak yang tidak pandai menjaga rahasia tugassuaminya akan merugikan kredibiltas suami. Ketika suami melakukanpemeriksaan pajak atau seorang pengusaha dan ditemukan adanyapelanggaran pengusaha tersebut dalam perpajakan, sehingga yangbersangkutan akan dapat dikenakan sangsi pidana, istri membocorkanrahasia tersebut kepada pengusaha yang diperiksa suaminya.Istri yang tidak pandaimenyimpan rahasia suami sangat membahayakankeselamatan suami dan keluarganya karena bisa saja rahasia pentingsuami dan keluarganya diketahui oleh orang lain, padahal tersiarnyarahasia tersebut dapat membahayakan keselamatan jiwa suami dankeluarganya. Misalnya, suaminya seorang petugas reserse yang tengahmengejar seseorang yang dianggap pengacau keamanan negara. Istrikemudian membocorkan hal ini kepada orang lain sehingga sampailahberitanya kepada yang bersangkutan. Sikap istri ini boleh jadimenyebabkan buron yang sedang dicari suaminya melarikan diri atauberusaha membunuh pengejarannya. Jika terjadi hal semacam ini,tentulah keamanan dan keselamatan suaminya dalam bahaya.Pada masa Muhammad Hatta menjadi wakil presiden RI tahun 1951, beliaudengan Safrudin Prawiranegara sebagai menteri keuangannya mengambilkebijaksanaan memotong nilai uang sampai 50%. Uang yang nilainya Rp.5,- ke atas dipotong 50%. Kebijakan ini diputuskan oleh kabinet yangsidangnya dipimpin oleh wakil presiden Muhammad Hatta.Beberapa hari kemudian setelah sidang ini, pemerintah mengumumkankebijakan tersebut. Pada saat keluar pengumuman tersebut, istri BungHatta berkata kepada beliau, mengapa dia tidak diberi tahu bahwapemerintah merencanakan pemotongan uang sehingga nilainya tinggal 50%.Atas pernyataan istrinya, Bung Hatta tidak menanggapi. Menurut BungHatta, hal ini menyangkut rahasia negara dan menjadi kepentingan umumharus disimpan begitu rupa, sekalipun terhadap istrinya.Sikap Bung Hatta semacam ini patut menjadi pelajaran bagi kita betapapentinya kehati-hatian seseorang dalam menjaga rahasia walaupunterhadap istrinya sendiri jika masalahnya menyangkut kepentingannegara atau masyarakat. Sudah tentu Bung Hatta tidak bermaksud tidakmempercayai istrinya. Beliau menilai bahwa persoalan yangdirahasiakannya jauh lebih penting dibandingkan dengan hubunganseorang suami dengan istrinya.Untuk mengetahui apakah calon istri pandai menyimpan rahasia atautidak, perlulah diadakan penelitian terhadap yang bersangkutan.Cara-cara yang dapat ditempuh antara lain:1. Menanyakan hal tersebut kepada teman-teman perempuan dekatnya.Bila menurut teman-temannya ia ternyata tidak mampu menjaga rahasiadan sifatnya tidak bisa diperbaiki, sebaiknya ia tidak dipilih menjadistri. Misalnya, dengan menanyakan apakah dia bisa memegang rahasiabila temannya bercerita kepadanya dengan pesan agar tidak disampaikankepada siapa pun, atau apakah dia sering menceritakan aib seseorangkepada teman-temannya.2. Mengujinya dengan menceritakan sesuatu yang dianggap rahasia,kemudian diselidiki apakah dia menyebarkan kepada orang lain ataumenyimpannya untuk dirinya sendiri.Setelah melakukan upaya untuk mengetahui kemampuan calon istrimenyimpan rahasia dan terbukti calon istri seorang yang bisa menjagarahasia, ia bisa dipercayai sebagai istri yang baik. Perlu kitaketahui bahwa orang yang kita percayai sebagai istri bukan hanyadipercaya sebagai teman untuk memenuhi kebutuhan biologis, melainkanjuga dipercaya sebagai sahabat dalam segala urusan pribadi yangmenyangkut semua aspek kehidupan suami. Bila istri dapat memenuhipersyaratan semacam ini, suami akan terbantu dalam mengembantugas-tugas penting dalam kerjanya, apalagi tugas-tugas yang penuhrahasia. Insya Allah, ia akan mampu menjaga martabat dan kehormatansuaminya di hadapan orang lain dan di tengah masyarakat.Jadi, karena menyimpan rahasia merupakan hal yang tidak mudahdilakukan oleh kebanyakan orang, laki-laki harus memperhatikan halitu. Ia seharusnya memilih calon istri yang pandai menyimpan rahasia.Insya Allah, segala kekurangan dan aib rumah tangga tidak akan pernahdiketahui orang lain, sekalipun mertua atau kerabat dekatnya.**12. SuburDisebutkan dalam Hadits berikut:“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur)agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabipada hari kiamat nanti.” (H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)Dari Ma’qil bin Yasar, ujarnya : Seorang laki-laki datang kepadaRasulullah SAW, lalu ujarnya : “Wahai Rasulullah, saya telahmendapatkan seorang perempuan dari keturunan terhormat, kedudukansosialnya tinggi, dan berharta, namun mandul. Bolehkah sayamengawininya?” Beliau melarangnya. Orang itu datang lagi kedua kalinyadan berkata kepada beliau seperti semula. Ia datang untuk ketigakalinya, kemudian Rasulullah SAWbersabda kepadanya : “Kawinilah olehkalian wanita yang rasa cintanya besar dan subur, karena kelak akuakan membanggakan kalian di hadapan umat-umat lain.” (H.R. Abu Dawud,Nasa’i dan Hakim)Penjelasan:Kesuburan seorang perempuan ditentukan dari kemampuannya melahirkananak. Seorang perempuan yang tidakdapatmelahirkananakbanyakdikatakan kurang subur. Ukuran banyak menurut bahasa Arab adalahjumlah lebih dari dua.Rasulullah SAW mengatakan bahwa perempuan yang subur telah memberikandarma bakti yang sangat besar kepada agama. Darma bakti yang diberikanbukan hanya untuk kepentingan duniawi, melainkan juga untukkepentingan ukhrawi. Rasulullah menyatakan bahwa beliaudi akhiratkelak akan mengumumkan perasaan bangganya di hadapan para nabi lainkarena beliau mempunyai umat yang terbanyak di antara mereka.Untuk dapat memperoleh umat yang terbanyak inilah Rasulullah SAWsangat menganjurkan supaya kaum muslimin mempunyai anak banyak. Agarmaksud ini tercapai, kaum laki-laki muslimin hendaklah mengutamakanperempuan-perempuan yang subur memiliki kelebihan dunia dan akhirat<br />
dibandingkan dengan perempuan yang tidak subur.Hadits tersebut dengan tegas memberikan petunjuk kepada para istriagar memiliki tekad kuat untuk melahirkan anak banyak. Hal ini perludiperhatikan karena mereka akan memperoleh penghargaan yang tinggi diakhirat kelak. Mereka patut merasa bangga karena telah membantuRasulullah SAW memperoleh kemuliaan yang tingggi di hadapan para nabilainnya.Istri yang diminta melahirkan anak yang banyak oleh suaminya tidakseharusnya merasa terbebani selama hal tersebut tidak mengancamkesehatan dan keselamatan jiwanya. Mereka harus menyadari bahwausahanya telah menyumbangkan amal shalih yang sangat berharga bagikepentingan Islam. Dengan banyaknya jumlah umat Islam, insya Allahakan mudah bagi kaum muslimin menyiapkan sumber-sumber daya manusiayang dibutuhkan dalam menangani berbagai masalah di dunia ini.Memiliki istri yang subur dan mau melahirkan anak banyak akanmemperoleh keuntungan duniadan akhirat. Keuntungan di dunia ialahmartabat dan kemuliaannya dan istrinya terangkat oleh anak-anaknyabila mereka menjadi anak shalih. Akan tetapi, ia dan istrinya tidakakan mendapat kehinaan dan rasa malu bila mereka menjadi orang tidakbaik.Keuntungan di akhirat yang didapatkan olehnya dan juga istrinya adalahpahala amal shalih anaknya bila mereka telah meninggal, bahkan kelakmereka dapat menyelamatkan suami dan istri tersebut dari siksa neraka,sedangkan dosa anak tidak menambah dosa suami istri yang telahmeninggal.Adapun kerugian memiliki istri tidak subur ialah adanya kemungkinanbesar untuk tidak mendapatkan anak. Suami istri yang tidak mempunyaianak tidak akan memperoleh keuntungan seperti yang didapat oleh merekayang mempunyai anak.Untuk mengetahui kesuburan calon istri dapat ditempuh cara-cara antaralain:1. Memperhatikan keturunnya apakah nenek dan ibunya termasukperempuan yang subur atau tidak.2. Melakukan tes kesehatan yang dewasa ini dengan mudah dapatmenentukan subur atau tidakanya seorang perempuan.Dengan cara-cara sah semacam inilah, seorang laki-laki dapatmengetahui kesuburan calon istrinya. Kita harus mempunyai anakbanyakuntuk memenuhi seruan Rasulullah SAW seperti yang telahdisebutkan dalam Hadits. Hal ini menunjukkan bahwa anak yang kitamiliki memberi nilai duniawi dan ukhrawi yang tinggi. Di dunianak-anak yang shalih menjadi kebanggaan orang tua; di akhirat merekadapat menyelamatkan orang tuanya dari ancaman siksa neraka. Selainitu, orang tua yang mempunyai anak yang banyak akan memperoleh<br />
penghargaan dan pahala yang besar karena telah memnuhi harapanRasulullah.Ringkasnya, setiap laki-laki muslim harus memperhatikan subur tidaknyaperempuan yang hendak dijadikan istri. Tujuannya adalah supayaperkawinannya kelak benar-benar membawa keberuntungan bersama di duniadan di akhirat. Dengan memiliki istri yang subur ia bisa melakukanamal shalih yang membawa kebahagian dunia akhirat.***13. Tabah MenderitaRasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut :“Sungguh wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yang subur,besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita menguruskeluarganya,..”(H.R. Thusy)Penjelasan:Hadits di atas menerangkan bahwa salah satu sifat baik seorangperempuan ialah tabah menderita menghadapi kesulitan-kesulitan hidup.Segala bentuk derita yang dihadapinya tidak membuatnya putus asasehingga lari ke jalan yang haram. Misalnya, karena kemelaratannya, iamenjadi pelacur atau mencuri.Sifat tabah menderita ialah kemampuan batin untuk tidak mengeluh danputus asa menghadapi kesulitan-kesulitanhidup.Setiap orang sangat mungkin menghadapi berbagai kesulitan dalamkehidupan di dunia ini. Adakalanya seseorang tabah menghadapipenderitaan, namun adakalanya cepat berputus asa dan menjadi murungmenghadapi kesulitan kecil sekalipun. Mental semcam ini tentu sangatmerugikan yang bersangkutan karena orang yang mudah berputus asa ataumurung mudah kehilangan semangat hidup dan lebih senang menghindarikesulitan walaupun dengan cara yang merugikan dirinya sendiri. Karenatidak sanggup menghadapi kesulitan ekonomi atau tidak bisamenyelesaikan ekonomi atau tidak bisa menyelesaikan pelajaran yangberat di sekolah misalnya, seseorang memakan obat penenang. Halsemacam ini tentu merugikan diri sendiri.Salah satu sifat perempuan yang kurang baik untuk dijadikan istriialah tidak tabah menderita. Untuk itulah, Rasulullah SAW memberikanpetunjuk kepada laki-laki mu’min agar tidak mudah tertarik kepadasembarang perempuan, yang akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan.Dalam kehidupan berumah tangga boleh dikatakan hampir selalu munculkesulitan dan penderitaan. Keluarga yang kekurangan contohnya, tentumengalami kesulitan ekonomi saat diterpa krisis moneter. Contoh lain,anak-anak berprilaku tidak baik tentu akan menimbulkan kejengkelan danaib pada orang tua.Seorang suami yang istrinya tidak tabah menderita akan selaludirongrong keluhan-keluhan walaupun hanya hal yang sepele. Suami tentuakan sangat terganggu dengan sikap istrinya. Sikap istri yang tidakdewasa menghadapi suatu masalah akan mengganggu ketenangan suami danmerusak konsentrasinya dalam menghadapi masalah yang lebih besar diluar rumahnya atau persoalan pekerjaannya. Hal ini dapat membuatprestasi kerja suami menurun atau suami jenuh tinggal di rumah.Hal-hal negatif semacam ini tentu dapat merusak keharmonisan rumahtangga. Bila keluarga semacam ini kelak mempunyai anak, sikap istriyang tidak dewasa mungkin akan berpengaruh tidak baik pada anak-anak.<br />
Hal-hal semacam ini tentu akan merusak suasana kebahagiaan keluargadan pertumbuhan mental anak secara sehat.Oleh karena itu, agar tercapai keharmonisan dan kebahagiaan dalammembina keluarga setiap laki-laki yang akan memilih calon istrihendaknyamenyelidiki sifat ini pada diri yang bersangkutan. Cara yang bisadilakukan antara lain:1. Melihat pola kehidupan yang bersangkutan dalam menghadapikesulitan sehari-hari. Misalnya, kita amati bagaimana sikapnya bilamengalami kekurangan makan apakah mereka mengatasinya dengan berpuasaatau mengambil hak orang lain.2. Menanyakan kepada keluarga dekat atau teman dekat atau tetanggadekatanya apakah yang bersangkutan orang yang gampang putus asa atautahan uji. Misalnya, kita amati sikapnya ketika pembantu rumah tanggamengambil cuti apakah dia mau mengerjakan rumah sendiri atau tidak.Dengan cara-cara tersebut sifat perempuan yang ingin dijadikan istridapat diketahui. Bila dia ternyata mudah putus asa dan tidak adaharapan untuk diperbaiki, sebaiknya perempuan semacam ini tidakdijadikan istri. Akan tetapi,bila sifatnya negatif itu ada harapanuntuk diperbaiki, kita boleh menikahinya, lalu berusaha semaksimalmungkin menghilangkan sifat tersebut sehingga kelak bisa menjadiperempuan yang tahan menghadapi kesulitan.Ini perlu dilakukan, sebab adakalanya perempuan yang semula terlihatmudah sekali murung dan berputus asa menghadapi kesulitan, berubahsifat ketika sudah bersuami. Sifat negatifnya berubah karena suaminyasabar membimbing mentalnya sehingga ia menjadi istri yang tabahmenderita. Oleh karena itu, perempuan yang sebelum menjadi istriterlihat pemurung dan mudah berputus asa, brlum tentu akan tetapbersifat seperti itu kalau sudah menjadi istri. Jadi, peran suamiuntuk mengubah sifat negatif istri sanagat besar. Usahanya mengubahsifat negatif akan menciprumah tangga bahagia dan penuh ketentraman.Ringkasnya, seorang laki-laki yang ingin memilih calon istri hendaklahmengutamakan perempuan yang tabah menderita. Perempuan semacam inimemiliki modal yang baik untuk menjadi istri. Ia dapat diharapkanmengantarkan suaminya ke alam kehidupan rumah tangga yang penuhkebahagian dan ketentraman.**14. Bukan Pencemburu ButaDisebutkan dalam Hadits berikut:Dari Abu Hurairah, telah sampa</span></span></h3>
<h3 class="western" style="margin-top:0;"><span style="font-family:Tunga;"><span style="font-size:x-small;">i kepadanya bahwa Nabi SAW bersabda:“Seorang wanita tidak boleh meminta suaminya menceraikan istrinya(yang lain) supaya berkecukupan tempat makannya (nafkahnya).” (H.R.Tirmidzi)Penjelasan:Sifat cemburu berarti sifat curiga kepada orang lain karena iri hati.Cemburu juga berarti tidak senang melihat orang lain memperolehkebaikan atau keberuntungan. Seorang perempuan dikatakan pencemburubuta apabila ia selalu mudah mencurigai perempuan lain akan merusakhubungannya dengan suami atau calon suaminya.Hadits tersebut menerangkan adanya larangan bagi perempuan mempunyaisifat mementingkan kesenangannya sendiri dan berusaha dan berusahamenghilangkan kesenangan orang lain yang menjadi madunya. Sifat initermasuk dalam pengertian sifat cemburu buta dan sudah tentu sangattercela, baik dalam pandangan Islam maupun masyarakat.Seorang perempuan yang bersifat cemburu buta dapat menyulitkan langkahsuaminya. Perempuan semacam ini selalu mencurigai setiap perempuanyang dekat dengan suaminya atau yang berurusan dengan suaminya sebagaiorang yang akan merusak kebahagiaan dan merebut suami dari dirinya.Sikapnya akan membuat suami mengalami berbagai kesulitan ketikamenghadapi perempuan lain yang berurusan dengan dirinya karenakhawatir akan timbul konflik dengan istrinya. Akibatnya, langkah dangerak suami selalu terhalangi sehingga kebebasannya untukmengembangakan kemampuan usaha dan aktivitasnya terganggu.Karena sifat cemburu buta bisa membahayakan keselamatan dan aktivitassuami, seorang laki-laki yang hendak memilih seorang perempuan sebagaiistri harus lebih dahulu mengamati dengan seksama sifat perempuantersebut. Cara yang dapat ditempuh antara lain:1. Menanyakan perihal sifatnya kepada keluarga dekatnya. Misalnya,kita amati ketika ibunya mengajak adik atau kakaknya berbelanja apakahdia cemburu buta atau tidak.2. Menanyakan perihal sifatnya kepada tetangga dekatnya. Misalnya,kita amati bagaimana sikapnya ketika ibunya mengajak anak tetanggaberbelanja apakah dia cemburu buta atau tidak.3. Meminta anggota keluarga kita yang perempuan untuk menyelidikidengan seksama sifatnya.Bila ternyata perempuan yang kita maksudkan untuk dijadikan istrimempunyai sifat cemburu buta, sebaiknya kita mengurungkan niat kita.Akan tetapi, bilamana tingkat kecemburuannyamasih dapat dierbaikisehingga tidak sampai menekan orang lain, kita boleh melanjutkankeinginan kita untuk memperistrinya dan secara bertahap memperbaikinyahingga ia menjadi perempuan yang toleran.Para laki-laki yang ingin megambil seorang perempuan menjadi istrihendaklah mengutamakan perempuan yag tidak memiliki sifat cemburubuta. Tujuannya agar kelak tidak megalami percekcokan dan perseteruandalam kehidupan berumah tanggadandapatterwujud rumah tangga yangsainah dan penuh kasih sayang.***15. Perangai dan Kata-katanya MenyenangkDisebutkan dalam Hadits berikut:“Tiga hal keberuntungan yaitu: istri yang shalih; kalau engkau lihat,menyenangkanmu; dan kalau engkau pergi, engkau merasa percaya bahwa iadapat menjaga dirinya dan hartamu; kuda penurut lagi cepatlarinya,yang dapat membawamu menyusul teman-temanmu; dan rumah besar yangbanyak didatangi tamu. Tiga hal kesialan yaitu: istri yang kalauengkau lihat, menjengkelkanmu, ucapannya menyakiti kamu, dan kalauengkau pergi, engkau merasa tidak percaya bahwa ia dapat menjagadirinya dan hartamu; kuda yang lemah; jika engkau pukul, bahkanmenyusahkanmu; dan kalau engkau biarkan, malah tidak dapat membawamumenyusul teman-temanmu; serta rumah yang sempit lagi jarang didatangitamu.” (H.R. Ahmad. Hadits yang semakna dengan ini riwayat olehThabarani, Bazzar dan Hakim)Penjelasan:Maksud Hadits di atas ialah tiga macam hal yang menjadi penunjangkebahagiaan hidup di dunia yaitu istri yang shalihah, kendaraan yangbagus, dan rumah besar yang banyak dikunjungi tamu.Perangai menyenangkan merupakan sifat yang membuat orang lain simpatidan gampang bersahabat. Orang yang berperangai menyenangkan terlihatdari ekspresi wajah dan gerak-geriknya. Wajahnya selalu riang gembiramenghadapi orang lain dan sikapnya ramah dalam menerima orang lain.Orang yang memiliki sifat dan sikap semacam ini akan membuat senangsetiap orang yang berhadapan dengan dirinya.Seorang laki-laki yang ingin beristri tentulah mengharapkan perempuanyang diidolakannya itubenar-benar dapat menjadikan dirinya selaluberada dalam suasana ceria dab bahagia. Untuk mencapai hal ini,sebelum seorang laki-laki menjatuhkan pilihan kepada seorang perempuanuntuk dijadikan sebagai istrinya, ia perlu meneliti apakah yangbersangkutan suka bertutur kata dan berperangai menyenangkan atautidak. Hal ini perlu dilakukan sebab dalam kehidupan rumah tanggaorang selalu mendambakan suasana senang bag aikan di dalam syurgawalaupun tengah menghadapi krisis ekonomi atau ketiadaan harta.Suasana yang penuh ceria di dalam rumah tangga akan memberikandorongan kuat kepada anggota keluarga menghadapi berbagai kesulitandan krisis. Suasana semacam ini membuat anggota keluarganya bisamengatasi berbagai tantangan hidup.Seorang istri yang selalu bertutur kata dan berperangai menyenangkanakan dapat menjadi obat mujarab bagi suami dan seluruh anggotakeluarganya dalam membina ketabahan, keberanian dan keuletan menjalanikehidupan ini. Seorang istri yang menerima kedatangan suami denganwajah ceria, tutur kata yang menyegarkan dan pelayanan yangmenggembirakan misalnya, akan membangkitkan kembali semangat suaminyauntuk menghadapi tantangan bisnisnya. Sebaliknya, bilamana istrimenyambut kedatangan suami dengan sikap murung, tutur kata yangmenyakitkan hati dan pelayanan yang buruk, mental suami akan semakinjatuh dan semangatnya untuk menghadapi kesulitan akan semakin hilang.Hal semacam ini sudah tentu akan merugikan seluruh anggota, karenaorang yang menjadi tumpuan hidup keluarga sedang mengahadapi kesulitanberat.Untuk mengetahui apakah calon istri kita berperangai dan bertutur katamenyenangkan, kita dapat melakukan penelitian dan penyelidikan dengancara antara lain:1. Mengutus anggota keluarga kita agar menemuinya dengan sikapkurang bersahabat. Jika ia tetap menghadapinya dengan wajah ceria dansikap ramah tamah, perempuan tersebut termasuk orang yang berperangaibaik. Akan tetapi, bilamana dia menghadapinya dengan sikap dan wajahtidak menyenangkan, berarti ia bukan perempuan yang berperangai baik.2. Menanyakan kepada tetangga dekatnya atau perempuan yang menjaditeman dekatnya apakah dia orang yang berperangai dan bertutur katabaik ataukah sebaliknya. Kita amati sikapnya dalam berbicara dengantetangga atau teman-temannya apakah perangai dan tutur katanya baikatau tidak.Pengujian dan penelitian seperti di atas agar kelak kita bisamendapatkan istri yang kita dambakan dapat membina rumah tanggayangmenjadi keinginan bersama. Kita sebaiknya mengetahui apakahperempuan yanghendak dijadikan istri yang berperangai baik danberperilaku luhur serta bertutur kata menyenangkan ataukah sebaliknya.Dengan mendapatkan perempuan yang berperilaku baik dan luhur iniberarti kita telah mendapatkan modal sangat berharga dalam memasukidunia rumah tangga. Insya Allah, istri semacam ini akan membawakebahagiaan dunia dan akhirat.Ringkasnya, para lelaki yang hendak menginjakkan kakinya ke duniarumah tangga hendaknya mengutamakan perempuan yang memiliki sifatterpuji di atas sebagai istrinya. Tujuannya agar kelak ia dapatmenciptakan rumah tangga yang penih bahagia seperti yang menjadiidaman setiap orang.**16. Mudah DilamarDalam Hadits berikut disebutkan bahwa:Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya wanita yang membawa berkahyaitu bila ia mudah dilamar, murah maskawinnya, subur peranakannya.“(H.R.Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah)Penjelasan:Hadits tersebut menerangkan ciri-ciri wanita yang membawa berkah,yaitu mudah dilamar, murah maskawinnya dan subur peranakannya.Mudah dilamar maksudnya menerima lamaran seorang laki-laki muslim yangtaat ibadah dan baik akhlaqnya tanpa mempersoalkan kekayaan, statussosial, ketampanan dan pekerjaannya. Perempuan yang mudah dilamar jugatidak akan menunda waktu perkawinan. Yang terpenting baginya,laki-laki yang datang kepadanya benar-benar terbukti taat beragama.Perempuan yang ridla dilamar laki-laki seperti itu akan mendapatkanlimpahan karunia dan rahmat dalam kehidupan rumah tangganya sepertiyang dijanjikan Rasulullah SAW dalam Hadits di atas.Seorang laki-laki tidak akan terbebani berbagai persyaratan yangkemungkinan besar akan menghambat pernikahannya jika melamar perempuanyang mudah menerima lamarannya. Ia bisa segera melangsungkan akadnikah sehingga dapat menjauhkan dirinya dari godaan untuk melakukanperbuatan maksiat.Orang yang terhalang menyalurkan keinginan seksualnya secara sah bisaterjerumus ke dalam penyelewengan seksual, seperti berzina atau palingringan melakukan onani. Hal semacam ini dapat dicegah bila yangbersangkutan menikah secepatnya. Oleh karena itu, memilih wanita yangmudah dilamar merupakan berkah bagi laki-laki yang melamarnya, jugabagi wanita yag dilamarnya. Berkahnya, kedua belah pihak akanmemperoleh penyaluran dorongan seksualitas secara sehat dan halalsehingga tidak melakukan perbuatan yang melanggar agama.Wanita yang mengajukan berbagai persyaratan bila dilamar tidak akanmembawa berkah dalam perkawinannya. Wanita semacam itu akan banyamenuntut suaminya agar memenuhi kesenangannya sehingga memberatkanbeban rumah tangga.Ringkasnya, para pemuda khususnya dan kaun laki-laki umumnya hendaklahmencari wanita yang mudah dilamar untuk dijadikan istrinya.***17. Besar CintanyaRasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut:“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara wanita kamu ialah yangsubur, besar cintanya,…” (H.R. Thusy)Penjelasan:Hadits di atas menerangakan bahwa perempuan yang subur dan besarcintanya kepada laki-laki yang menjadi suaminya adalah wanita yangbaik.Yang dimaksud dengan wanita yang besar cintanya adalah wanita yangsepenuh hati mencurahkan segenap kasih sayang, kerinduan dankecintaannya kepada suami, Ia tidak mau membandingkan suaminya denganlaki-laki lain, baik dalam urusan ketampanan, kekayaan, kedudukan,pekerjaan, pengetahuan dan ketrampilannya. Ia benar-benar hanyamencintai suaminya dan menerima kelemahan dan kelebihan suaminya.Merupakan suatu rahmat besar bagi seorang laki-laki bila diamendapatkan wanita yang sangat mencintainya tanpa terpengaruh olehkeadaan orang lain. Ia tidak akan pernah mengecewakan atau membuatsuaminya marah karena ia selalu membanggakan suami dan mencurahkanseluruh kasih sayangnya kepada suami walaupun dalam keadaankekurangan. Istri semacam ini akan bisa menciptakan suasana rumahtangga gembira dan penuh rasa bahagia.Untuk mengetahui apakah calon istri besar cintanya atau tidak, dapatdibuktikan ketika dipinang apakah dia segera menerimanya ataukahmenunda menerima dengan alasan yang tidak jelas. Bila ternyata iasegera menerima dengan penuh kejujuran dan keikhlasan, bukan karenahendak menutup malu atau lain-lainnya, hal itu dapat dijadikan salahsatu tanda besar cintanya kepada calon suaminya.Jadi, karena wanita yang dapat mencintai suaminya dengan cinta yangbesar adalah ciri istri yang baik, hendaklah laki-laki memperhatikanpetunjuk Rasulullah SAW dengan baik. Ia hendaknya berusaha memilihcalon istri yang benar-benar mencintainya tanpa membandingkan keadaandirinya dengan orang lain. Tujuannya agar ia dapat menciptakankehidupan rumah tangga yang sakinah dan penuh kebahagiaan bersamaistrinya.***18. Patuh dan TaatRasulullah SAW bersabda dalam Hadits berikut:“Sesungguhnya wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang subur,besar cintanya, teguh memegang rahasia, tabah menderita, menguruskeluarganya, patuh terhadap suaminya, pesolek bagi suaminya,membentengi dirinya dari laki-laki lain, mau mendengar ucapan suamidan menaati perintahnya, dan bila bersendirian dengan suaminya iapasrahkan dirinya pada kehendak suaminya, serta tidak berlaku dinginkepada suaminya.” (H.R. Thusy)Penjelasan:Hadits di atas menerangkan ciri-ciri istri yang baik, yang salahsatunya ialah patuh pada ucapan suami dan taat dalam menjalankanperintahnya serta menjauhi larangannya.Yang dimaksud dengan patuh dan taat ialah kesungguhan mengikuti denganikhlas perintah yang diberikan kepadanya dan menjauhi larangan yangdikenakan kepadanya.Perempuan yang patuh dan taat sangat menjaga diri untuk tidakmelanggar larangan agama dan larangan orang tuanya selama larangan itusejalan dengan syari’at Islam. Ia juga beusaha melaksanakan perintahagama dan perintah orang tuanya yang tidak bertentangan denganketentuan agaama dengan penuh keikhlasan dan ketulusan sesuai dengankemampuannya.Perempuan yang patuh dan taat pada agama dan orang tuanya kemungkinanbesar akan patuh dan taat kepada suaminya kelak. Perempuan semacam iniakan dapat menciptakan ketentraman dan ketenangan suami dan rumahtangganya. Ia juga akan mendapat kepercayaan suaminya bila ditinggalpergi untuk mencari nafkah.Laki-laki yang ingin mengetahui apakah calon istrinya, orang yangpatuh dan taat, dapat memperoleh informasi dari keluarganya, kerabatdekatnya, teman dekatnya, atau tetangga dekatnya.Kaum laki-laki, khususnya para pemuda, hendaklah memilih perempuanyang patuh dan taat agar cita-citanya membangun rumah tangga yangbahagia dapat terwujud segera dan berlangsung selama hayat.***19. HematDalam Hadits berikut disebutkan bahwa:Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang paling baik yaitu yang pandaimengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasihsayangnya kepada anak kecil dan panda mengurus harta suaminya yangsedikit (miskin).” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)Penjelasan:Hadits di atas menerangkan ciri perempuan yang baik, yaitu pandaimengurus unta, sedangkan istri yang baik adalah istri yang hemat,yaitu pandai mengelola pendapatan suami yang sedikit sehinggakepentingan keluarga tercukupi.Hemat yaitu pandai mencukupkan yang sedikit sehingga keperluanhidupnya yang banyak sekalipun terpenuhi. Hemat sangat erathubungannya dengan ketelitian dalam membelanjakan uang sehingga hanyamembeli sesuatu yang diperlukan dan tidak membeli sesuatu yang mubazirdan sia-sia.Keperluan setiap orang hanya dapat ditentukan oleh yang bersangkutan.Keperluan yang digariskan oleh agama ada 3 macam:1. Dlaruri, atau keperluan pokok yang menyangkut hal-hal yang bisamempe rtahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan, minum danpengobatan.2. Haaji, keperluan sekunder, yaitu untuk menyempurnakan kualitaskehidupan seseorang sehingga kondisi hidupnya menjadi lebih baik.Misalnya, lauk daging dan vitamin untuk menjaga ketahanan tubuh.3. Tahsini, atau keperluan tersier, yaitu keperluan yang tidakharus dipenuhi karena tidak menghambat atau mengancam keselamatandiri. Mobil misalnya, untuk memudahkan seseorang bila hendakbepergian.Di antara ketiga keperluan tersebut, yang paling utama adalah dlaruri(keperluan pokok).Dalam memenuhi keperluan pokoknya seseorang harus bersikap hemat,apalagi memenuhi keperluan sekunder dan tersiernya. Dengan bersikaphemat seseorang tidak akan terjerumus ke dalam angan-angan dan khayalkenikmatan duniawi.Dalam kehidupan rumah tangga sifat hemat pada istri dapat mengelolaharta suami. Suami yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganyaingin agar istrinya dapat mengatur penghasilannya sehingga keperluandiri dan anak-anaknya tercukupi.Seorang perempuan yang memiliki sifat hemat tentu pandai mengendalikanpengeluaran belanja keluarga. Ia tidak akan mau membeli sesuatu yangtidak terjangkau oleh penghasilan suaminya sehingga ia tidak perluberhutang untuk mencukupi keperluannya.Bilamana seorang istri ridla menerima uang belanja yang sedikit danmampu mengelolanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, keluargasemacam ini kemungkinan besar dapat menabung harta kekayaannya untukkeperluan-keperluan masa depan mereka. Mereka dapat merencanakanhal-hal yang lebih baik bagi masa depan diri dan anak-anaknya karenamemiliki bekal yang cukup.Seorang istri yang hemat akan pandai dan cermat mengendalikanpengeluaran rumah tanggnya. Suaminya tidak akan terbebani dalammencari nafkah karen atidak dikejar-kejar oleh tuntutan istri yangkekurangan belanja. Suami akan selalu menyerahkan uang belanja kepadaistrinya dengan senang hati berapa pun jumlahnya. Ia benar-benarpercaya istrinya dapat berhemat dalam membelanjakan uangnya, sehinggadapat mencukupkan penghasilannya untuk semua kebutuhan rumah tangga.Sebaliknya, istri yang boros akan merugikan suami dan anak-anaknya.Istri semacam itu akan menuntut suaminya memenuhi segala keinginannyasehingga suami selalu merasa tertekan. Keadaan semacam ini pastimenimbulkan konflik, bahkan anak-anak pun akan turut merasakanketegangan. Akibatnya, anak-anak hidup dalam suasana penuh tekanan.Hal semacam ini tentu tidak dikehendaki siapapun, baik suami, istrimaupun anak-anak.Istri pemboros lebih mementingkan berfoya-foya daripada menghematharta kekayaan suaminya. Perilaku istri semacam ini bisa mendorongsuaminya untuk mendapatkan harta dengan segala macam cara, halal atauharam. Hal semacam ini sudah tentu membahayakan dan merugikan suami.Untuk mengetahui apakah calon istri hemat atau boros dapat dilakukanpenelitian melalui teman dekatnya, kerabat dekatnya, tetanggadekatnya, atau dengan mengamati kebiasaannya membelanjakan uang. Jiakternyata ia sanagt cermat dan berhati-hati dalam membelanjakan uangyang dipegangnya, besar harapan ia kelak akan menjadi istri yanghemat.Selain itu, dapat juga dilakukan dengan mengamati kebiasaankeluarganya apakah mereka biasa berlaku hemat atau sebaliknya. Akantetapi, kebiasaansuatu keluarga tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak. Adakalanyasuatu keluarga berlaku boros, namun ada di antara anak-anaknya yanghemat. Hal ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi di masyarakat kita.Setiap laki-laki mendambakan istri yang pandai membelanjakan uangsuami dengan baik dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Ia tidakberhutang ke kanan dan ke kiri sehingga dapat menjaga kehormatan suamidi mata orang lain dan meringankan beban suami dalam mencari nafkah.Oleh karena itu, setiap laki-laki sebaiknya memilih calon istri yanghemat dan pandai membelanjakan harta suami. Insya Allah, denganmemiliki istri yang hemat rumah tangga akan mencapai kebahagiaan,kasih sayang, kemesraan dan keceriaan.***20. Besar Kasih Sayangnya kepada Anak KecilDalam Hadits berikut disebutkan bahwa:Rasulullah SAW bersabda: “Wanita yang paling baik yaitu yang pandaimengendarai unta. Wanita Quraisy yang terbaik yaitu yang besar kasihsayangnya kepada anak kecil dan panda mengurus harta suaminya yangsedikit (miskin).” (H.R. Ahmad, Bukhari dan Muslim)Penjelasan:Maksud Hadits di atas ialah perempuan yang pandai mengendarai untaadalah perempuan yang pandai mengurus keluarganya; dan perempuan yangpaling baik adalah yang paling besar kasih sayangnya kepada anak-anak.Kasih sayang kepada anak kecil dapat ditunjukkan dengan perhatianbesar kepada anak-anak, senang berkumpul dengan mereka, akrab berguraudan bercanda dengan mereka, sabar menghadapi tingkah laku mereka dangembira membimbing dan mengasuh mereka. Sifat semacam ini perlu adapada calon istri dan calon ibu. Mereka kelak akan melahirkan anak-anakyang memerlukan kasih sayang dan cinta yang besar dari ibunya.Perempuan yang besar kasih sayangnya kepada anak-anak memudahkanpertumbuhan emosi anak-anak dan perkembangan kepribadiannya ke arahyang positif. Anak-anak semacam ini kemungkinan besar terbebas daritekanan batin sehingga kelak menjadi orang dewasa yang sehat mentaldan emosinya. Seorang ayah yang memiliki anak-anak semacam ini akanmudah mendidik dan mengasuh mereka karena bunya bisa membantumendidik mereka dengan baik. Beban suami menjadi ringan karenaistrinya mampu memikul tanggung jawab dengan baik dalam mengasuhanak-anaknya dengan penuh kasih sayang.Laki-laki yang bermaksud menikahi seorang perempuan, hendaklahmemperhatikan sifat ini pada diri calon istrinya. Jika ternyata calonistri memlilki sifat semacam ini, laki-laki tersebut sangat beruntung.Anak-anaknya kelak dapat dipastikan memperoleh asuhan, pemeliharaan,perlindungan dan bimbingan dari seseorang yang benar-benar bersediaberkorban demi anak-anaknya yang dicintainya. Ia tidak akan mengeluhsaat mengasuh dan menghadapi kenakalan anak-anaknya. Ia menghadapikenakalan anaknya dengan perasaan ringan dan penuh kesabaran, sehinggaanak-anaknya berkembang dengan penuh kebebasan dan keceriaan di rumahdan di lingkungannya. Hal ini sangat membantu suami untuk mencurahkanpikiran dan tenaganya dalam memenuhi kebutuhan keluarga secaramaksimal.Untuk mengetahui seberapa jauh calon istri mempunyai kasih sayangkepada anak-anak dapat dilakukan pengamatan dan penyelidikan melaluicara-cara sebagai berikut:1. Mengamati pergaulannya dengan anak-anak apakah ia sabar bergauldengan anak-anak atau tidak2. Menanyakan kepada teman-teman dekatnya atau kepadakerabatdekatnya, atau kepada tetangga dekatnya atau kepada adik-adiknyaapakah ia memiliki sifat tersebut atau tidak.Karena anak-anak sangat membutuhkan ibu yang besar kasih sayangnyakepada mereka, setiap laki-laki yang hendak mengambil seorangperempuan sebagai istrinya hendaklah mengutamakan yang besar kasihsayangnya kepada anak kecil. Istri semacam ini besar harapan dapatendampinginya untuk membina rumah tangga yang penuh dengan suasana<br />
gembira, ceria dan bahagia.***Wassalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh</span></span></h3>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=77&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/tips-tips-memilih-jodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Cinta Sejati</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/mencari-cinta-sejati/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/mencari-cinta-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 03:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[1. Pendahuluan Cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan saking indahnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=71&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1.  Pendahuluan</strong></p>
<p class="nomor">Cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk asmara. Ada yang mengatakan cinta itu suci, cinta itu agung, cinta itu indah dan saking indahnya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan dll. Bahkan Jalaludin Rumi menggambarkan saking indahnya cinta, setan pun berubah menjadi bidadari. Yang jelas karena cinta, banyak orang yang merasa bahagia namun sebaliknya karena cinta banyak pula orang yang dibuat tersiksa dan merana. Cinta dapat membuat seseorang menjadi sangat mulia, dan cinta pula yang menjadikan seseorang menjadi sangat tercela.<span id="more-71"></span></p>
<p class="nomor"><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/12/kasih-dan-cinta-lillahi-taala.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-72" title="kasih-dan-cinta-lillahi-taala" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/12/kasih-dan-cinta-lillahi-taala.jpg?w=128&#038;h=90" alt="kasih-dan-cinta-lillahi-taala" width="128" height="90" /></a>Kita tahu bagaimana kecintaan Khadijah ra kepada Rasulullah saw yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan perasaan bahagia demi perjuangan sang kekasih yang menjadikannya mulia. Sebaliknya ada pemudi yang mengorbankan kehormatannya demi untuk menyenangkan sang kekasih yang dia lakukan atas nama cinta. Atau ada remaja yang menghabiskan nyawanya dengan baygon hanya karena cinta. Cinta yang demikian yang membawanya kepada kehinaan.</p>
<p class="nomor">Lalu, apa sebenarnya makna daripada cinta? Benarkah cinta hanyalah sepenggal kata namun mengandung sejuta makna? Atau pendapat para filosof bahwa makna cinta tergantung siapa yang memandang? Rupanya tepat seperti uangkapan Ibnu Qayyim Al Jauziah tentang cinta, bahwasanya, “Tidak ada batasan tentang cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri.”</p>
<p class="nomor">Ada pun kata cinta itu sendiri secara bahasa adalah kecenderungan atau keberpihakan. Bertolak dari sini cinta dapat didefinisikan sebagai sebuah gejolak jiwa dimana hati mempunyai kecenderungan yang kuat terhadap apa yang disenanginya sehingga membuat untuk tetap mengangankannya, menyebut namanya, rela berkorban atasnya dan menerima dengan segenap hati apa adanya dari yang dicintainya serasa kurang sekalipun, dan ia tumpahkan dengan kata-kata dan perbuatan.</p>
<p class="nomor">
<p class="nomor"><strong>2. Pandangan Islam  terhadap Cinta</strong></p>
<p class="nomor">Cinta dalam pandangan Islam adalah suatu hal yang sakral. Islam adalah agama fitrah, sedang cinta itu sendiri adalah fitrah kemanusiaan. Allah telah menanamkan perasaan cinta yang tumbuh di hati manusia. Islam tidak pula melarang seseorang untuk dicintai dan mencintai, bahkan Rasulullan menganjurkan agar cinta tersebut diutarakan.</p>
<p class="nomor">“Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah ia  memberitahu bahwa ia mencintainya.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzy).</p>
<p class="nomor">Seorang muslim dan muslimah tidak dilarang untuk saling mencintai, bahkan dianjurkan agar mendapat keutamaan-keutamaan. Islam tidak membelenggu cinta, karena itu Islam menyediakan penyaluran untuk itu (misalnya lembaga pernikahan) dimana sepasang manusia diberikan kebebasan untuk bercinta.</p>
<p class="arti">“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang,…”(Ar-Ruum: 21)</p>
<p class="nomor">Ayat di atas merupakan jaminan bahwa cinta dan kasih sayang akan Allah tumbuhkan dalam hati pasangan yang bersatu karena Allah (setelah menikah). Jadi tak perlu menunggu “jatuh cinta dulu” baru berani menikah, atau pacaran dulu baru menikah sehingga yang menyatukan adalah si syetan durjana (na’udzubillahi min zalik). Jadi Islam jelas memberikan batasan-batasan, sehingga nantinya tidak timbul fenomena kerusakan pergaulan di masyarakat.</p>
<p class="nomor">Dalam Islam ada peringkat-peringkat cinta, siapa yang harus didahulukan/ diutamakan dan siapa/apa yang harus diakhirkan. Tidak boleh kita menyetarakan semuanya.</p>
<p class="arti">“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” (Al-Baqarah: 165)</p>
<p class="nomor">Menurut Syaikh Ibnul Qayyim, seorang ulama di abad ke-7, ada enam  peringkat cinta (maratibul-mahabah), yaitu:</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-1 dan yang paling tinggi/paling agung adalah  tatayyum, yang merupakan hak Allah semata.</p>
<p class="nomor">“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk  Rabbul ‘alamiin.”</p>
<p class="arti">“Dan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah  (S.2: 165)</p>
<p class="nomor">Jadi ungkapan-ungkapan seperti: “Kau selalu di hatiku, bersemi di dalam qalbu” atau “Kusebutkan namamu di setiap detak jantungku,” “Cintaku hanya untukmu,” dll selayaknya ditujukan kepada Allah. Karena Dialah yang memberikan kita segala nikmat/kebaikan sejak kita dilahirkan, bahkan sejak dalam rahim ibu… Jangan terbalik, baru dikasih secuil cinta dan kenikmatan sama si ‘do’i’ kita sudah mau menyerahkan jiwa raga kepadanya yang merupakan hak Allah. Lupa kepada Pemberi Nikmat, “Maka nikmat apa saja yang ada pada kalian, maka itu semua dari Allah (S. 2: 165).</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-2; ‘isyk yang hanya merupakan hak Rasulullah saw. Cinta yang melahirkan sikap hormat, patuh, ingin selalu membelanya, ingin mengikutinya, mencontohnya, dll, namun bukan untuk menghambakan diri kepadanya.</p>
<p class="arti">“Katakanlah jika kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku (Nabi saw) maka Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31)</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-3; syauq yaitu cinta antara mukmin dengan mukmin lainnya. Antara suami istri, antar orang tua dan anak, yang membuahkan rasa mawaddah wa rahmah.</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-4; shababah yaitu cinta sesama muslim yang  melahirkan ukhuwah Islamiyah.</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-5; ‘ithf (simpati) yang ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati ini melahirkan kecenderungan untuk menyelamatkan manusia, berdakwah, dll.</p>
<p class="nomor">Peringkat ke-6 adalah cinta yang paling rendah dan sederhana, yaitu cinta/keinginan kepada selain manusia: harta benda. Namun keinginan ini sebatas intifa’ (pendayagunaan/pemanfaatan).</p>
<p class="nomor">
<p class="nomor"><strong>3. Hubungan Cinta dan  Keimanan</strong></p>
<p class="nomor">Dalam Islam cinta dan keimanan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan. Cinta yang dilandasi iman akan membawa seseorang kepada kemuliaan sebaliknya cinta yang tidak dilandasi iman akan menjatuhkan seseorang ke jurang kehinaan. Cinta dan keimanan laksana dua sayap burung. Al Ustadz Imam Hasan Al Banna mengatakan bahwa “dengan dua sayap inilah Islam diterbangkan setinggi-tingginya ke langit kemuliaan.” Bagaimana tidak, jikalau iman tanpa cinta akan pincang, dan cinta tanpa iman akan jatuh ke jurang kehinaan. Selain itu iman tidak akan terasa lezat tanpa cinta dan sebaliknya cinta pun tak lezat tanpa iman.</p>
<p class="nomor">Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra,  dari Nabi saw:</p>
<p class="nomor">“Barang siapa ingin memperoleh kelezatan iman, hendaklah ia  mencintai seseorang hanya karena Allah swt.” (<span class="GramE">riwayat</span> Imam Ahmad, dari Abu Hurairah).</p>
<p class="nomor">Tidak heran ketika ‘Uqbah bin Al Harits telah bercerai dnegan istri yang sangat dicintainya Ummu Yahya, atas persetujuan Rasulullah saw hanya karena pengakuan seorang wanita tua bahwa ia telah menyusukan pasangan suami istri itu di saat mereka masih bayi. Allah mengharamkan pernikahan saudara sesusuan. Demikian pula kecintaan Abdullah bin Abu Bakar kepada istrinya, yang terkenal kecantikannya, keluhuran budinya dan keagungan akhlaknya. Ketika ayahnya mengamati bahwa kecintaannya tersebut telah melalaikan Abdullah dalam berjihad di jalan Allah dan memerintahkan untuk menceraikan istrinya tsb. Pemuda Abdullah memandang perintah tsb dengan kaca mata iman, sehingga dia rela menceraikan belahan jiwanya tsb demi mempererat kembali cintanya kepada Allah.</p>
<p class="nomor">Subhanallah, pasangan tsb telah bersatu karena Allah, saling mencinta karena Allah, bahkan telah bercinta karena Allah, namun mereka juga rela berpisah karena Allah. Cinta kepada Allah di atas segalanya. Bagaimana halnya dengan pasangan yang terlanjur jatuh cinta, atau yang ‘berpacaran’ atau sudah bercinta sebelum menikah? Hanya ada dua jalan; bersegeralah menikah atau berpisah karena Allah, niscaya akan terasa lezat dan manisnya iman. Dan janganlah mencintai ‘si dia’ lebih dari pada cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p class="nomor">Dari Anas ra, dari nabi saw, beliau bersabda:</p>
<p class="nomor">“Ada tiga hal dimana orang yang memilikinya akan merasakan manisnya iman, yaitu mencintai Allah dan rasul-Nya melebihi segala-galanya, mencintai seseorang hanya karena Allah, dan enggan untuk menjadi kafir setelah diselamatkan Allah daripadanya sebagaimana enggannya kalau dilempar ke dalam api.” (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p class="nomor">Dari Abu Hurairah ra, rasulullah saw bersabda:</p>
<p class="nomor">“Demi zat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai….” (HR Muslim)</p>
<p class="nomor">
<p class="nomor"><strong>4. Cinta Kepada Allah,  Itulah yang Hakiki</strong></p>
<p class="nomor">Cinta bagaikan lautan, sungguh luas dan indah. Ketika kita tersentuh tepinya yang sejuk, ia mengundang untuk melangkah lebih jauh ke tangah, yang penuh tantangan, hempasan dan gelombang dan siapa saja ingin mengarunginya. Namun carilah cinta yang sejati, di lautan cinta berbiduk ‘taqwa’ berlayarkan ‘iman’ yang dapat melawan gelombang syaithan dan hempasan nafsu, insya Allah kita akan sampai kepada tujuan yaitu: cinta kepada Allah, itulah yang hakiki, yang kekal selamanya. Adapun cinta kepada makhluk-Nya, pilihlah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan karena bujuk rayu setan, bukan pula karena desakan nafsu yang menggoda.</p>
<p class="nomor">Cintailah Allah, berusahalah untuk menggapai cinta-Nya. Menurut Ibnu Qayyim, ada 10 hal yang menyebabkan orang mencintai Allah swt:</p>
<p class="nomor">Membaca Al-Qur’an dan memahaminya dengan baik.</p>
<p class="nomor">Mendekatkan diri kepada Allah dengan shalat sunat sesudah shalat  wajib.</p>
<p class="nomor">Selalu menyebut dan berzikir dalam segala kondisi dengan hati,  lisan dan perbuatan.</p>
<p class="nomor">Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak  hawa nafsu.</p>
<p class="nomor">Menanamkan dalam hati asma’ dan sifat-sifatnya dan memahami  makna.</p>
<p class="nomor">Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita.</p>
<p class="nomor">Menundukkan hati dan diri ke haribaan Allah.</p>
<p class="nomor">Menyendiri bermunajat dan membaca kitab sucinya di waktu malam  saat orang lelap tidur.</p>
<p class="nomor">Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang soleh, mengambil hikmah  dan ilmu dari mereka</p>
<p class="nomor">Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada  Allah.</p>
<p class="nomor">
<p class="nomor"><strong>5.  Penutup</strong></p>
<p class="nomor">Saling mencintailah karena Allah agar bisa mendapatkan kecintaan  Allah. Dalam hadits Qudsi Allah berfirman:</p>
<p class="nomor">“Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang saling berkorban karena-Ku, dan Cinta-Ku harus Ku-berikan kepada orang-orang yang menyambung hubungan karena-Ku.”</p>
<p class="nomor">Hiduplah di bawah naungan cinta dan saling mencintailah karena keagungan-Nya, niscaya akan mendapatkan naungan Allah, yang pada hari itu tidak ada naungan selain naungan-Nya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda:</p>
<p class="nomor">“Pada hari kiamat Allah berfirman: ‘Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari yang tiada naungan selain naungan-Ku ini, Aku menaungi mereka dengan naungan-Ku.” (HR. Muslim).</p>
<p class="nomor">Bahkan Allah memuliakan mereka yang saling mencintai dan bersahabat karena Allah, yang membuat para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka mereka. Nasa’i meriwayatkan dengan sanad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:</p>
<p class="nomor">“Di sekeliling ‘Arsy, terdapat mimbar-mimbar dari cahaya yang ditempati oleh suatu kaum yang berpakaian dan berwajah cahaya pula. Mereka bukanlah para nabi atau syuhada, tetapi para nabi dan syuhada merasa iri terhadap mereka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, beritahulah kami tentang mereka!” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, bersahabat, dan saling mengunjungi karena Allah.”</p>
<p class="nomor">“Ya Allah, kurniakanlah kepada kami Cinta terhadap-Mu dan Cinta kepada mereka yang mencintai-Mu, dan apa saja yang mendekatkan kami kepada Cinta-Mu, dan jadikanlah Cinta-Mu itu lebih berharga bagi kami daripada air yang sejuk bagi orang yang dahaga.”</p>
<p class="nomor">Akhirul qalam, tanyailah diri kita masing-masing:</p>
<p class="nomor"><span class="GramE">sudahkah</span> aku menemukan cinta yang  hakiki, cinta yang sejati dalam hidup ini?</p>
<p class="nomor">Sejauh mana aku mengenal-Nya, asma’ (nama)-Nya, sifat-sifat-Nya,  kehendak-Nya, larangan-Nya?</p>
<p class="nomor">Seringkah aku mengingat-Nya, menyebut nama-Nya melalui  zikir-zikir yang panjang?</p>
<p class="nomor">Seringkah aku mendekatkan diri kepada-Nya dengan sholat serta  ibadah-ibadah lainnya?</p>
<p class="nomor">Seringkah aku merintih, mengadu dan mengharap kepada-Nya melalui  untaian doa yang keluar dari lubuk hati?</p>
<p class="nomor">Sudahkah aku mengikuti kehendak-Nya dan menjauhi  larangan-larangan-Nya?</p>
<p class="nomor">Apakah aku mencintai seseorang karena-Nya atau karena doringan  nafsuku sendiri?</p>
<p class="nomor">Sejauh mana aku berusaha untuk mengekang hawa nafsuku  sendiri?</p>
<p class="nomor">Wallahu alam bishshawab.</p>
<p class="nomor">Gunma, 2 Agustus 2002</p>
<p class="nomor">Oleh: Ir. Munasri Hadini MSc.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=71&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/12/03/mencari-cinta-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/12/kasih-dan-cinta-lillahi-taala.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">kasih-dan-cinta-lillahi-taala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Dalam Pernikahan</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/30/cinta-dalam-pernikahan/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/30/cinta-dalam-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 11:22:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah KEPUTUSAN, dan bukan cuma PERASAAN. Jika ia sebuah cinta….. ia tidak mendengar… namun senantiasa bergetar…. Jika ia sebuah cinta…..ia tidak buta.. namun senantiasa melihat dan merasa.. Jika ia sebuah cinta…..ia tidak menyiksa..namun senantiasa menguji.. Jika ia sebuah cinta….. ia tidak memaksa..namun senantiasa berusaha.. Jika ia sebuah cinta…..ia tidak cantik..namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=65&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-is-in-the-air-7957.jpeg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-69" title="love-is-in-the-air-7957" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-is-in-the-air-7957.jpeg?w=128&#038;h=93" alt="love-is-in-the-air-7957" width="128" height="93" /></a>Cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah KEPUTUSAN,<br />
dan bukan cuma PERASAAN.<br />
Jika ia sebuah cinta….. ia tidak mendengar… namun senantiasa bergetar….<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak buta.. namun senantiasa melihat dan<br />
merasa..<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak menyiksa..namun senantiasa menguji..<br />
Jika ia sebuah cinta….. ia tidak memaksa..namun senantiasa berusaha..<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak cantik..namun senantiasa menarik…<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak datang dengan kata-kata..namun<br />
senantiasa menghampiri dengan hati..<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak terucap dengan kata.. namun senantiasa<br />
hadir dengan sinar mata..<br />
Jika ia sebuah cinta……ia tidak hanya berjanji..namun senantiasa<br />
mencoba memenangi..<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia mungkin tidak suci.. namun senantiasa tulus..<br />
Jika ia sebuah cinta…….ia tidak hadir karena permintaan…namun hadir<br />
karena ketentuan…<br />
Jika ia sebuah cinta…..ia tidak hadir dengan kekayaan dan<br />
kebendaan…namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..</p>
<p>Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya. Setialah<br />
pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiaannya. _,_.___</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=65&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/30/cinta-dalam-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-is-in-the-air-7957.jpeg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">love-is-in-the-air-7957</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Yang Manis</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/surat-yang-manis/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/surat-yang-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 12:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Kepada YTH Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Di tempat Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama &#8230;&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=61&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/rose-letter.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-62" title="rose-letter" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/rose-letter.jpg?w=128&#038;h=85" alt="rose-letter" width="128" height="85" /></a>Kepada YTH</p>
<p>Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon<br />
anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya<br />
Di tempat<span id="more-61"></span></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<p>Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya<br />
mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau<br />
dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.</p>
<p>Saya, yang bernama &#8230;&#8230; menginginkan anda &#8230;&#8230; untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan<br />
untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang<br />
masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak<br />
selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak<br />
saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa,<br />
yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan<br />
anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan<br />
mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya<br />
juga biasa saja.<br />
Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita<br />
nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan<br />
jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami<br />
dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak<br />
tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali,<br />
dan saya semakin mantap memilih anda.<br />
Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya<br />
menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya<br />
tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin<br />
menjadi lebih baik dari saat ini.</p>
<p>Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya<br />
kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho<br />
dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr Wb</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=61&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/surat-yang-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/rose-letter.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">rose-letter</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Khitbah Ditolak&#8230;</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ketika-khitbah-ditolak/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ketika-khitbah-ditolak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 12:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Pernah tidak ta&#8217;ruf atau khitbah anda di tolak ? atau anda mendapatkan pesan yang maksudnya hampir sama dengan tulisan di bawah ini :&#8220;Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. ini terlalu cepat bagi saya&#8221; Kalau anda mendapatkan pesan seperti di atas, itu masih mendingan. berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=54&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post-body entry-content"><span style="font-family:arial;">Pernah tidak ta&#8217;ruf atau khitbah anda di tolak ? atau anda mendapatkan pesan yang maksudnya hampir sama dengan tulisan di bawah ini :</span><span style="font-style:italic;color:#ff0000;font-family:arial;">&#8220;Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. ini terlalu cepat bagi saya&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Kalau anda mendapatkan pesan seperti di atas, itu masih mendingan. berarti ada kemugkinan anda di tolak karena, akhwat itu belum siap. Berarti kemungkinan masih ada kesempatan yang kedua kalinya. Tapi bagaimana kalau isi pesannya seperti ini :</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;font-style:italic;font-family:arial;">&#8220;Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Atau yang lebih parahnya seperti ini :</span></p>
<p><span style="font-style:italic;color:#ff0000;font-family:arial;">&#8220;Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya rasa saya akhi tidak baik bagi saya, nga level githu lho..!!!</span><span id="more-54"></span><br />
<span style="font-family:arial;">Ta&#8217;ruf atau khitbah anda di tolak. Anda mungkin pernah merasakan hal tersebut. Yaitu mana kala perasaan anda ke seseorang itu bertepuk sebelah tangan. Serasa bumi ini mau runtuh, langit mau terbelah.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Tapi jangan khwatir, mana kala anda mengalami perasaan di atas, santai saja. Bumi ini tak seperti jeruji penjara yang anda kira. Asal teman teman sekalian ketahui, bahwasanya dunia ini luas. Masih banyak kok, akhwat di luar sana yang menunggu kedatangan anda. Serius. Yang anda butuhkan itu hanyalah usaha anda, kesiapan anda, tawakkal, doa, dan keyakinan anda bahwasanya anda akan mendapat pendamping hidup yang baik menurut Allah untuk Anda.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Angap saja di tolak itu biasa. Jangan terlalu di pikirkanlah. Jangan sampai gara gara ini, anda mau bunuh diri dengan gantung diri. Atau anda sudah tidak percaya lagi sama wanita dan menganggap <span style="font-style:italic;color:#ff0000;">&#8220;wanita racun dunia&#8221;</span>. </span><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-wallpaper24.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-55" title="love-wallpaper24" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-wallpaper24.jpg?w=400&#038;h=300" alt="love-wallpaper24" width="400" height="300" /></a></p>
<p><span style="font-family:arial;">Mana kala anda termasuk yang mengalami hal di atas, santai saja kawan.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Di sini ada beberapa resep obat yang mungkin bisa membantu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Ta&#8217;ruf atau khitbah anda di tolak, jangan kuatir. Kami memberi resep yang Insya Allah mujarab bagi anda, biar hidup anda tidak di landa malapetaka yang dahsyat.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Bersiap untuk diterima atau ditolak</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Hanya ada 2 kemungkinan ketika kita mengkhitbah akhwat, yaitu diterima/ditolak. Jadi kita harus siap dengan 2 kemungkinan tersebut. Selama ini banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. makanya kesiapan itu penting</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">“Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya.” (HR. Muslim)</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;font-family:arial;">Ditolak bukan aib</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang ‘senasib’ dan ‘sependeritaan’. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar?</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;font-family:arial;">Hargai keputusannya</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada akwat yang menolak kita? Itu bukan sikap seorang muslim yang baik.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;font-family:arial;">Cinta membutuhkan waktu</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam!” Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. </span><span style="font-family:arial;">Jangan terlalu percaya diri yang berlebihan</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri bahwa lamaran antum diterima. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh.</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;font-family:arial;">Beri cinta kesempatan (lagi)</span></p>
<p><span style="font-style:italic;color:#000000;font-family:arial;">“…….dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” ( QS. Yusuf[12]:87 )</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah bro. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya</span></p>
<p><span style="font-style:italic;color:#000000;font-family:arial;">&#8220;Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata” (HR. Turmudzi)</span></p>
<p><span style="font-style:italic;font-size:85%;"><span style="font-family:arial;">dari berbagai sumber</span></span></div>
<p><span class="post-author vcard"> oleh <span class="fn">Hidayah Islam</span> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=54&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ketika-khitbah-ditolak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/love-wallpaper24.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love-wallpaper24</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan Akhwat Berbalas SMS</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ikhwan-akhwat-berbalas-sms/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ikhwan-akhwat-berbalas-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 12:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Islam membolehkan adanya adanya interaksi antara pria dan wanita untuk melaksanakan berbagai taklif hukum dan segala aktivitas yang harus mereka lakukan. Meskipun demikian, Islam sangat berhati-hati menjaga masalah ini. Oleh karena itulah, Islam melarang segala sesuatu yang dapat mendorong terjadinya hubungan yang bersifat seksual yang tidak disyariatkan. Islam melarang siapa pun, baik wanita maupun prianya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=47&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/sms-thumbthumbnail1.gif"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-51" title="sms-thumbthumbnail1" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/sms-thumbthumbnail1.gif?w=96&#038;h=96" alt="sms-thumbthumbnail1" width="96" height="96" /></a>Islam membolehkan adanya adanya interaksi antara pria dan wanita untuk melaksanakan berbagai <em>taklif </em>hukum dan segala aktivitas yang harus mereka lakukan. Meskipun demikian, Islam sangat berhati-hati menjaga masalah ini. Oleh karena itulah, Islam melarang segala sesuatu yang dapat mendorong terjadinya hubungan yang bersifat seksual yang tidak disyariatkan. Islam melarang siapa pun, baik wanita maupun prianya, keluar dari sistem Islam yang khas dalam mengatur hubungan lawan jenis. Larangan dalam persoalan ini demikian tegas. <span id="more-47"></span>Atas dasar itu, Islam menetapkan sifat ‘<em>iffah</em> (menjaga kehormatan) sebagai suatu kewajiban. Islam pun menetapkan setiap metode, cara,  maupun sarana yang dapat menjaga kemuliaan dan akhlak terpuji sebagai sesuatu yang juga wajib dilaksanakan; sebagaimana kaidah ushul menyatakan:</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:Jaridah;" lang="AR-SA">مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ</span></p>
<p class="DefaultText" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;"><em>Suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain itu pun hukumnya adalah wajib</em>.</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;"><strong>Apakah termasuk khalwat?</strong></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Laki-laki diharamkan ber<em>khalwat</em> dengan perempuan. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi :</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:Jaridah;" lang="AR-SA">لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِإِمْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا مَحْرَمٌ</span></p>
<p class="DefaultText" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:.55pt;"><em>Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika  wanita itu disertai </em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram<em>-nya.</em></p>
<p class="DefaultText" style="margin-left:18pt;text-align:justify;">Rasulullah saw. telah bersabda:</p>
<p class="DefaultText" style="margin-left:18pt;text-align:justify;"><em>Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan </em>ma<span style="text-decoration:underline;">h</span>ram<em>-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.</em></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><em>Khalwat </em>maknanya adalah <em>berkumpulnya seorang pria dan seorang wanita di suatu tempat yang tidak memberikan kemungkinan orang lain untuk bergabung dengan keduanya, kecuali dengan izin keduanya</em>. Dengan demikian, <em>khalwat </em>adalah berkumpulnya dua orang dengan menyendiri sehingga tidak ada orang lain bersama keduanya (Taqiyuddin an Nabhani dalam Nidzamul Ijtimai fil Islam)</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Ada kesamaan sifat antara khalwat dengan <em>sms-chatting</em>, yaitu : hanya berdua, serta tidak ada orang lain yang menyertai. Akan tetapi, ada perbedaan yang prinsip, yaitu <em>sms-chatting</em> tidak berada dalam satu tempat. Oleh karena itu komunikasi via <em>sms</em>, program <em>chatting</em>, <em>email</em>, dan telepon tidak bisa dimasukkan dalam kategori khalwat. Otomatis, kita tidak bisa mengharamkan <em>sms-chatting</em> dengan dalil haramnya berkhalwat.</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Lantas, apakah <em>sms</em>, <em>chatting</em>, <em>email</em>, dan telepon antara laki-laki dan perempuan diperbolehkan? Hal itu tergantung isi dari komunikasi itu. Jika isinya adalah dalam perkara yang diperbolehkan syara’, maka boleh. Akan tetapi, jika isinya adalah perkara yang haram, misalnya janjian kencan, apel malam minggu, dan yang sejenisnya (yang aktivitas tersebut tergolong haram) maka haram.</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Hal ini sejalan dengan kaidah :</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><em>al-Washîlah ilâ al-<span style="text-decoration:underline;">h</span>arâm mu<span style="text-decoration:underline;">h</span>arramah </em></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:18pt;"><em>Sarana yang dapat mengantarkan pada sesuatu yang haram adalah haram.</em></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Jika sms itu <span style="text-decoration:underline;">pasti</span> mengarah kepada sesuatu yang haram, maka sms itu pun haram. Kata pasti kami beri garis bawah untuk menegaskan bahwa hal itu memang diduga kuat atau pasti akan menuju kepada keharaman. Keharaman itu pun bersumber dari nash, bukan akal.</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">Pengungkapan perasaan cinta dan sayang antara laki-laki dan perempuan yang tujuannya untuk bersenang-senang haruslah dalam kerangka pernikahan. Khitbah apalagi baru proses akan khitbah belumlah sampai pada pernikahan. Oleh karena itu, pernyataan cinta dan sayang belum saatnya dilakukan, walaupun hanya via sms. Akan tetapi, jika dalam urusan persiapan khitbah ataupun persiapan nikah anda mengirim sms kepada perempuan yang akan dikhitbah, itu boleh. Tetapi sebatas urusan itu saja, jangan sampai melebar kemana-mana seperti mengumbar sms cinta dan sayang. (<strong><a href="http://www.faridmaruf.wordpress.com/"><span style="color:black;text-decoration:none;">Farid Ma’ruf</span></a></strong>; <a href="http://www.syariahpublications.com/"><span style="color:black;text-decoration:none;">www.syariahpublications.com</span></a>). <strong>Yogyakarta, 10 Juli 2007</strong></p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;">Bahan Bacaan :</p>
<p class="DefaultText" style="text-align:justify;">Nizhamul Ijtimai fil Islam karya Taqiyuddin an Nabhani</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=47&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/ikhwan-akhwat-berbalas-sms/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/sms-thumbthumbnail1.gif?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">sms-thumbthumbnail1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khitbah Itu&#8230;</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/khitbah-itu/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/khitbah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 11:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kitab Al-Khitbah Ahkam wa Adab karya Syaikh Nada Abu Ahmad hal. 1, pada bab Definisi Khitbah (Ta&#8217;rif Khitbah), diterangkan pengertian syar&#8217;i (al-ma&#8217;na asy- yar&#8217;i) dari khitbah sebagai berikut. التماس الخاطب النكاح من المخطوبة أو من وليها &#8220;[Khitbah adalah] permintaan menikah dari pihak laki-laki yang mengkhitbah kepada perempuan yang akan dikhitbah atau kepada wali perempuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=40&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/khitbah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-44" title="khitbah" src="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/khitbah.jpg?w=128&#038;h=80" alt="khitbah" width="128" height="80" /></a>Dalam kitab <em>Al-Khitbah Ahkam wa Adab</em> karya Syaikh Nada Abu Ahmad hal. 1, pada bab Definisi Khitbah (<em>Ta&#8217;rif Khitbah</em>), diterangkan pengertian syar&#8217;i (<em>al-ma&#8217;na asy- yar&#8217;i</em>) dari khitbah sebagai berikut.</p>
<h4>التماس الخاطب النكاح من المخطوبة أو من وليها</h4>
<p align="justify">&#8220;[Khitbah adalah] permintaan menikah dari pihak laki-laki yang mengkhitbah kepada perempuan yang akan dikhitbah atau kepada wali perempuan itu.&#8221; (<em>Mughni Al-Muhtaj</em>, 3/135).</p>
<p align="justify">Dari definisi tersebut, jelaslah bahwa seorang laki-laki boleh hukumnya mengkhitbah perempuan secara langsung kepadanya tanpa melalui walinya. Boleh juga laki-laki tersebut mengkhitbah perempuan tersebut melalui wali perempuan itu. Dua-duanya dibolehkan secara syar&#8217;i dan dua-duanya termasuk dalam pengertian khitbah. Keduanya dibolehkan karena terdapat dalil-dalil As-Sunnah yang menunjukkan kebolehannya.<span id="more-40"></span></p>
<p align="justify">Dalil bolehnya laki-laki mengkhitbah perempuan secara langsung tanpa melalui walinya, adalah hadits riwayat Ummu Salamah RA, bahwa dia berkata :</p>
<p align="justify">&#8220;Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah SAW mengutus Hathib bin Abi Baltha&#8217;ah kepadaku untuk mengkhitbahku bagi Rasulullah SAW&#8230;&#8221; (Arab : <em>lamma maata Abu Salamata arsala ilayya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallama Haathiba &#8216;bna Abi Balta&#8217;ah yakhthubuniy lahu shallallahu &#8216;alaihi wa sallama</em>). (<strong>HR Muslim</strong>).</p>
<p align="justify">Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa Rasulullah SAW langsung mengkhitbah Ummu Salamah RA, bukan mengkhitbah melalui wali Ummu Salamah RA.</p>
<p align="justify">Sedang dalil bolehnya laki-laki mengkhitbah perempuan melalui walinya, adalah hadits riwayat Urwah bin Az-Zubair RA, dia berkata :</p>
<p align="justify">&#8220;Bahwa Nabi SAW telah mengkhitbah &#8216;Aisyah RA melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq RA…&#8221; (Arab : <em>anna an-nabiyya shallallahu &#8216;alaihi wa sallama khathaba &#8216;A&#8217;isyata radhiyallahu &#8216;anhaa ilaa Abi Bakrin radhiyallahu &#8216;anhu) </em>(<strong>HR Bukhari</strong>).</p>
<p align="justify">Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa Rasulullah SAW telah mengkhitbah &#8216;Aisyah RA melalui walinya, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. (Lihat Syaikh Nada Abu Ahmad, <em>Al-Khitbah Ahkam wa Adab</em>, hal. 3).</p>
<p align="justify">Perlu kami tambahkan, dalam mengkhitbah dibolehkan seorang laki-laki mewakilkan kepada orang lain untuk mengkhitbah, sebagaimana dibolehkan pula laki-laki itu sendiri yang mengkhitbah (tanpa mewakilkan). (Lihat Yahya Abdurrahman, <em>Risalah Khitbah</em>, Bogor : Al-Azhar Pess, 2007, hal. 177).</p>
<p align="justify">Kebolehan ini didasarkan pada keumuman dalil-dalil <em>wakalah</em> (akad perwakilan), di samping diperkuat pula dengan dalil-dalil As-Sunnah yang telah kami kemukakan di atas. Pada saat mengkhitbah Ummu Salamah RA, Rasulullah SAW mengirim utusan (wakil) beliau yaitu Hathib bin Abi Baltha&#8217;ah RA. Adapun pada saat mengkhitbah &#8216;Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak mewakilkan melainkan langsung mengkhitbah sendiri kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA sebagai wali &#8216;Aisyah RA.</p>
<p align="justify">Dengan demikian, jelaslah bahwa syara&#8217; membolehkan khitbah disampaikan langsung kepada pihak perempuan atau disampaikan kepada wali perempuan itu. <em>Wallahu a&#8217;lam</em> [ ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=40&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/khitbah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://khitbahku.files.wordpress.com/2008/11/khitbah.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">khitbah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Dan Mencintai Karena Allah</title>
		<link>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/cinta-dan-mencintai-karena-allah/</link>
		<comments>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/cinta-dan-mencintai-karena-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 02:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khitbahku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khitbahku.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Cinta Imam Ibnu Qayyim mengatakan, &#8220;Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. Kebanyakan orang hanya memberikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=9&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:red;">Definisi Cinta</span></strong><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:red;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Imam Ibnu Qayyim mengatakan, &#8220;<em><span style="color:#0070c0;">Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri. <span id="more-9"></span></span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Kebanyakan orang hanya memberikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (<em>Madarijus-Salikin</em> 3/11) </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:red;">Beberapa definisi cinta:</span></strong><span style="font-family:&quot;color:red;"> </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai). </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:red;">PEMBAGIAN CINTA </span></strong></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Cinta ibadah<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.<br />
Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga.<br />
Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Cinta karena Allah</span></strong><span style="font-family:&quot;"><br />
Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Cinta yang sesuai dengan tabi&#8217;at (manusiawi),</span></strong><span style="font-family:&quot;"><br />
yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:<br />
</span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit. </span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya. </span></p>
<p style="margin-left:1in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya. </span></p>
<p style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-family:&quot;">Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:red;">KEUTAMAAN MENCINTAI ALLAH </span></strong></p>
<p style="margin-left:.5in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Merupakan Pokok dan inti tauhid<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa&#8217;dy, &#8220;Pokok tauhid dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng-<em> ilah</em>-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: &#8220;Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada <em>penuhanan</em> lebih besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami&#8217; Ar-Rasail Ibnu Taymiyah 2/230)<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Berkata Ibn Qayyim, &#8220;Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Menghalangi dari perbuatan maksiat.<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): &#8220;Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.</span></p>
<p>Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.</p>
<p>Sampai pada ucapan beliau, &#8220;Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal 449-450)</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Berkata Ibnu Qayyim, &#8220;Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbe-daan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.<br />
Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)<br />
</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&quot;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:&quot;">Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak kesenangan.<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;">Berkata Ibn Qayyim, &#8220;Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta&#8217;ala  maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.</span></p>
<p>Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-Nya.&#8221;(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)</p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;">ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhannahu wa Ta&#8217;ala </span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  berfirman di dalam surat Al-Ma&#8217;idah: 54, yang artinya: <em>&#8220;Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.&#8221;</em> </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  : </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><em><span style="font-family:&quot;">Attawabun</span></em><span style="font-family:&quot;"> (orang-orang yang bertau-bat), <em>Al-Mutathahhirun</em> (suka bersuci), <em>Al-Muttaqun</em> (bertaqwa), <em>Al-Muhsinun</em> (suka berbuat baik) <em>Shabirun</em> (bersa-bar), <em>Al-Mutawakkilun</em> (bertawakal ke-pada Allah) <em>Al-Muqsithun</em> (berbuat adil). </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang yang menampakkan <em>izzah</em>/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di  jalan Allah. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah <em>sunnah</em> setelah menyelesaikan ibadah wajib. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;">SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta&#8217;ala </span></strong></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Membaca Al-Qur&#8217;an dengan memikir-kan dan memahami maknanya. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  dengan ibadah <em>sunnah</em> setelah menyelesaikan ibadah yang wajib. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala  daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur&#8217;an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan <em>istighfar</em> dan taubat. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da&#8217;i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik. </span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"><span>o<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&quot;">Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala . </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;">(Disadur dari <em>kalimat mutanawwi&#8217;ah fi abwab mutafarriqah</em> karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh <strong>Abu Muhammad</strong>).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khitbahku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khitbahku.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khitbahku.wordpress.com&amp;blog=5647851&amp;post=9&amp;subd=khitbahku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khitbahku.wordpress.com/2008/11/28/cinta-dan-mencintai-karena-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d74d2852b84bafea4489620d35a6e1e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khitbahku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
